Sabtu, 19 Desember 2020

Review Kalender Custom

Beberapa waktu yang lalu melihat tayangan di youtube. Begitulah dunia hari ini. Kalau ingin tahu kehidupan orang lain, yang terkenal, yang setengah terkenal maupun yang tidak terkrnal bisa dilakukan hanya dengan nge-klik youtube. Percayalah mereka akan membagikan drama kehidupannya dengan cuma-cuma kepada semua orang.

Saya tertarik merenungi salah satu topik pembicaraan mereka, yaitu tentang tuntutan mengingat hari-hari penting pasangan. Setidaknya ada satu peristiwa penting yang dikenang oleh seseorang yaitu tanggal lahir dan tanggal pernikahan. Sementara orang menunjukkan kepedulian dengan cara saling mengingat hari hari tersebut. Maka wajarlah bila ada orang yang tidak mengingatnya diklaim sebagai orang yang tidak peduli. 

Tetapi, tidak semua orang mempunyai ingatan yang bagus.  Ada juga orang yang tidak mudah mengingat. Dan ini bisa menimbulkan masalah yang serius. Ada seorang perempuan yang mengancam bercerai bila suaminya tidak ingat tanggal pernikahan mereka. Wah... Runyam kan. 

Maka perlu dipikirkan cara untuk mengingatnya. Salah satunya dengan menambahkan pengingat pada kalender. Seperti kita diingatkan trntang hari-hari besar yang beri warna atau tanda yang berbeda. Warna merah untuk libur hari minggu atau hari libur lain. 

Masalahnya kalender semacam itu adanya cuma custom. Jadi mari kita lihat apa itu kalender custom. Kalau saya memaknai custom itu suka-suka. Mohon maaf kalau tidak sesuai dengan kamus. Suka-suka disini artinya terserah kita. Kitalah yang menentukan mau diberi gambar apa, warna apa, mau diberi quotes atau tidak, mau ditandai tanggalnya atau tidak. 

Keunikan dari kalender custom ini yang pertama adalah bisa dipasang foto terbaik kita. 
Nah seperti tampilan di atas. Jadi kalender ini dapat digunakan untuk momen terindah kita baik sendiri maupun bersama dengan orang yang kita sayangi. 
Ah bisa juga untuk mengabadikan momen berharga seperti saat umroh atau saat berlibur di tempat istimewa. Daripada foto hanya disimpan di galeri, ya kan? Kita bisa menyaksikannya setiap hari karena kalender ini akan menemani kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Keunikan yang lain adalah kita dapat meminta ada quotes di kalender kita. 
 Quotes atau kutipan bisa dari pemesan dan juga bisa minta dicarikan. Seringkali kutipan bijak membuat hati orang yang membacanya tenang. Maka bagi orang yang senang membaca kutipan bijak bisa memanfaatkan kalender yang terkesan personal ini. 

Keunikan berikutnya dari kalender custom ini adalah pemesan dapat meminta untuk menandai tanggal penting seperti tanggal lahir, tanggal pernikahan atau bahkan juga untuk pengingat hajatan atau peristiwa yang akan dilaksanakan di tahun depan. Misalnya nih, peringatan seribu hari meninggalnya ayah/kakek atau sejenisnya. Yang demikian itu tidak akan kita dapatkan di kalrnder yang terjual di pasaran. 
Jadi, semakin menarik bukan kalender seperti ini? Nah, kalian bisa memesannya di @drafbintang. Ownernya seorang anak muda yang ingin berkarya. Untuk pemesanan klik di sini ya 

http://wa.me/+6289630916416

 

Kamis, 17 Desember 2020

Bahasa Tuhan


Bahasa adalah media untuk berkomunikasi. Dengan bahasa yang dipahami oleh kedua belah pihak maka pesan yang ingin disampaikan oleh seseorang dapat dipahami dan selanjutnya direspon sebagaimana seharusnya. Itulah kunci dasar komunikasi. Mungkin secara teori agak mbulet dipahami tetapi dalam keseharian kita sudah menerapkannya. 

Bagi orang yang mempercayai keberadaan Tuhan tentu meyakini bahwa dalam hidupnya tidak akan terlepas dari komunikasi denganNya. Tentu saja dengan cara yang khusus. Beribadah dan berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan Tuhan. Dia adalah Maha mengetahui apa yang tersirat dan tersurat. Tuhan adalah zat yang memahami semua bahasa. Di lain pihak, manusia tidak. 

Manusia seringkali tidak mendengar sinyal yang dikirimkan Tuhan kepadanya. Paling-paling yang dia tahu, kalau berdoa dan kemudian di lain waktu "doanya" terkabul dia beranggapan bahwa dia berhasil berkomunikasi dengan Tuhan. Benarkah anggapan itu? 

Tidak salah juga. Tuhan mendengar doa dan berkenan mentakdirkan sesuatu yang selaras dengan doanya. Tetapi komunikasi Tuhan dengan manusia tidak pernah terputus barang sedetikpun.  Seriusan!!. 

Dalam setiap detik waktu yang kita lewati, di sana ada bahasa Tuhan yang disampaikan kepada kita. Melalui apa? Melalui kejadian demi kejadian. 

Seperti misalnya, suatu ketika kita sedang sibuk melakukan pekerjaan yang sangat penting. Nah, di tengah kesibukan itu, eh tetiba listrik mati. Ini suatu kejadian yang berada di luar kendali kita bukan? Tetapi itu terjadi dan berdampak terhadap aktifitas kita. Saat itulah Tuhan sedang berkomunikasi dengan kita melalui kejadian listrik padam. Itulah bahasa Tuhan. Lalu apa pesan yang ingin disampaikan Tuhan kepada kita? 

Di sinilah kecerdasan spiritual seseorang mendapat tantangan. Ada orang yang mengomel-ngomel karena merasa terganggu dengan kejadian itu. Ia merasa rugi dan tidak diuntungkan dengan adanya kejadian itu. Dalam hal ini berarti dia tidak dapat menerima pesan yang disampaikan Tuhan kepadanya. Dalam bahasa sederhananya, dia tidak memahami bahasa Tuhan. Seperti orang yang sedang berbicara dengan orang beda suku yang tidak mengenali bahasanya. 

Namun, hal ini tidak terjadi dengan orang yang paham dengan bahasa Tuhan. Ada sesuatu yang tertangkap oleh hatinya. Setiap orang bisa menginterpretasikan bahasa Tuhan ini dengan kepekaan hatinya. Misalnya ada orang yang menangkap pesan bahwa ia diingatkan untuk beristirahat sejenak. Tuhan menyayanginya. Dia adalah seorang pekerja keras yang gila kerja. Sering melupakan waktu untuk beristirahat. Baru sadar bahwa tubuhnya perlu beristirahat saat dia sakit dan mengeluarkan banyak duit. 

Boleh dibilang  hanya orang-orang yang cerdas hatinya yang dapat mengenal, menterjemahkan dan meresponnya dengan positif. Orang yang cerdas hati itu adalah orang yang mata hatinya awas. Mungkin bisa diibaratkan hati itu adalah sensor. Orang yang mata hatinya awas akan sensitif saat menangkap sinyal dan merespon sinyal itu dengan benar. 

Mengutip prnjelasan Kyai Imron dalam salah satu kajiannya yang pernah saya lihat-dengar bahwa cara paling mudah brlajar memahami bahasa Tuhan adalah dengan cara menerima ketentuan Tuhan tanpa alasan.  

Mari kita buat sebuah contoh yang lebih konkrit untuk memahaminya. Ini seringkali terjadi pada hal-hal yang kurang menyenangkan. Karena keadaan tidak menyenangkan inilah yang biasanya secara naluri kita tolak. Kalau kejadian yang menyenangkan sih iya aja. Ya kan. 

Kejadian tidak menyenangkan itu misalnya laptop nge-hang disaat kita sedang sangat membutuhkannya. Saat kejadian itu menimpa kita, bagaimana perasaan kita? Kecewa, ya kan? Itulah yang saya katakan diawal sebagai naluri menolak sesuatu yang tidak menyenangkan. Tetapi segeralah berusaha menerimanya. Ok, saya terima ini sebagai ketentuan Tuhan. Ini adalah bahasa Tuhan yang harus diterjemahkan dengan baik? Apa pesan yang ingin disampaikan Tuhan kepada saya. Apa ya? Di sinilah pencarian itu dimulai. Adakah hal-hal positif yang bisa saya lakukan untuk meresponnya. Mungkin ada kesibukan lain yang harus saya kerjakan yang saat ini terbengkalai. Mungkin ada orang yang kita abaikan dan membutuhkan perhatian? Mungkin ada amalan yang kita tinggalkan? Dengan memperhatikan lingkungan kita akan menemukan tindakan yang tepat untuk meresponnya. Jadi alih-alih menggerutu dan menyalahkan keadaan, kita justru melakukan tindakan yang positif dan itu membuat kita menjadi lebih produktif. Menggerutu itu membutuhkan energi. Melakukan tindakan juga membutuhkan energi. Tetapi sama-sama membutuhkan energi, menggerutu akan menghambat produktifitas kita. Iya kan? Sebaliknya, bila kita menerima di awal, respon kita akan membuat kita lebih produktif. Endingnya, lebih bagus yang ptoduktif bukan? 

Begitulah, semoga bermanfaat 



 

Senin, 14 Desember 2020

Trend Baru Dunia Millenial: Prank




Beberapa hari terakhir ini, entah mengapa saya kok tertarik membuka video yang muncul di media sosial. Ikon video itu tiba-tiba saja ada dan menggoda untuk dibuka. Padahal satu video saja tidak cukup dan itu sangat menguras waktu. 

Mulailah melihat fenomena yang sulit saya pahami. Apakah gerangan itu? Prank. 

Ternyata fenomena prank itu menjadi trend. Saya akan membuat definisi ala-ala saya setelah menyaksikan beberapa video yang beredar. 

Prank itu semacam perlakukan seseorang atau sekelompok orang yang niatnya menjahili dengan tujuan untuk bercanda. Misalnya menuduh seseorang mencuri. Suasana dibuat sedemikian rupa sehingga tuduhan itu berkesan sebagai sesuatu yang bukan candaan. Suasana terbangun sedemikian rupa sehingga yang tertuduh begitu terpukul. Bagaimana tidak, dia dituduh melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Dipuncak kepanikan si korban, mereka berteriak prankk sambil memeluk untuk menenangkannya. Dan merekapun tertawa bersama-sama. Mentertawakan wajah bengong sang korban yang segera setelah sadar ikut-ikutan tertawa. 

Ini hanya sebuah candaan. Benar-benar candaan. Untuk lucu-lucuan saja. Agar hidup tidak membosankan dan tidak tegang. 

Ada rasa yang mengusik dalam diri saya berkenaan dengan fenomena prank ini. Sayapun berselancar. Membaca beberapa artikel terkait dengan lelucon ini. Tidak sedikit ahli yang mengkritisi aksi ini. Dari beberapa ulasan, yang nengatakan bahwa fenomena ini berdampak buruk lebih banyak. 

Saya pribadi sampai saat ini sulit sekali menemukan alasan untuk bisa menerimanya. Saya mencatat beberapa hal yang menguatkan alasan saya untuk mengatakan no terhadap fenomena ini. 

Pertama. Korban prank akan sakit hati mendendam. Dia akan menyusun rencana untuk membalas orang yang nge-prank dirinya. Harus lebih kejam biar lebih seru. Di sini fenomena prank menimbulkan penyakit hati yang berdampak pada kehidupan sosial. 

Kedua. Fenomena prank menumbuhkan budaya bahagia di atas penderitaan orang lain. Semakin si korban terlihat menderita semakin lucu dan memuaskan penge-prank-nya. Tentu saja dalam hal ini akan melunturkan kepekaan dan empati. Tidak peduli apakah hal itu membahayakan orang lain, yang penting bahagia. 

Ketiga. Apa sih manfaat prank? Saya tidak melihatnya selain untuk memuaskan sekelompok orang saja. Puas dalam batas apa? Ya sudah, puas saja. Ibaratnya seperti membeli barang yang sangat mahal tetapi tidak ada yang bisa diambil manfaatnya dari barang tersebut. Mubazir. Menghabiskan tenaga, menguras energi dan mungkin juga biaya tetapi tidak seimbang dengan manfaat yang yang diterima. Eit tunggu dulu. Tapi konten prank menuai banyak like dan itu dapat menghasilkan banyak duit. Oh ya. Saya tidak membantahnya. Tetapi mendapatkan uang dengan nenyakiti orang lain adalah tindakan yang merendahkan martabat manusia, baik martabat korban maupun pelaku. 

Itu menurut saya sih.  


Jumat, 27 November 2020

Besek Naik Kelas


Hari ini ada tasyakuran teman-teman yang lahir di bulan Nopember. Selamat ulang tahun ya teman-teman semoga selalu mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT. 

Saya senang mendapat sedekah tasyakurannya, tentu saja. Tapi kali ini saya ingin sedikit membahas wadah nasinya. Namanya besek. 

Besek ini kotak bertutup berbentuk persegi, terbuat dari bambu yang dianyam. Besek sebagai wadah sebetulnya sudah sejak dulu ya. Tapi sempat tenggelam kepopulerannya diganti oleh wadah dari bahan lain. Mulai dari kotak kardus, plastik dengan aneka bentuk dan baskom logam. Kala itu, besek benar-benar tenggelam. 

Tetapi sekarang tidak lagi. Mungkin ini efek dari kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam. Sebagai kampanye mengurangi sampah plastik alias peduli lingkungan. Baguslah. 

Ditangan orang kreatif, besek tidaklah tampil apa adanya. Ada sentuhan-sentuhan kecil yang membuat penampilannya menjadi semakin cantik. Seperti besek yang hari ini saya terima sebagai pembungkus nasi. Ukurannya mungil dengan selendang berisi ucapan selamat. Sepertinya bonus dari tempat pesannya. Sekaligus untuk promosi. Keren dong. 


Rabu, 14 Oktober 2020

Mengingat Allah

Ini tentang mengingat Allah. Disarikan dari pengajian  Kyai Imron Jamil yang ditayangkan di Youtube. Saya memang sedang menemukan kembali kebiasaan yang sudah agak lama terlewat yaitu jalan pagi dan mendengarkan pengajian pagi. Dua kebiasaan itu terbukti memberikan dampak yang cukup berarti bagi jiwa dan raga saya. Itulah yang saya rasakan. Alhamdulillah. Saya tinggal mengulanginya dan semoga istiqomah. Aamiin.  

Dengan adanya Youtube, sekarang saya tinggal memilih, ingin mendengarkan siapa. Dan pagi ini saya memilih Kyai Imron Jamil. Bahsannya tentang Mengingat Allah. Saya menulisnya di sini dengan tujuan, pertama mengikat ilmu. Bukankah sahabat Ali pernah menasehatkan agar mengikat ilmu dengan menulisnya. Kedua, saya ingin menguatkan apa yang sudah saya pelajari. Saya berkeyakinan bahwa belum dikatakan belajar seseorang sebelum dia bisa mengkomunikasikan. Jadi ada tiga tahapan belajar menurut saya yaitu, mendengar/mengamati/ membaca, menganalisis dan mengkomunikasikan. Kalau hanya membaca belum tentu apa yang dibaca dibahami. Kalau hanya membaca dan menganalisis belum tentu analisisnya benar. Nah saat mengkomunikasikan inilah sebetulnya kita sedang menguatkan apa yang kita pahami. 

Paling sering dilihat

Nah Kan! Ternyata Aku Salah Menilai Tubuhku

Salah satu masalah yang aku hadapi sebagai seorang penderita diabetes adalah  mengatasi rasa lapar.   Mungkin karena kebiasaan m...