Senin, 02 November 2026

PROYEK 2 IPAS TEI: MELAKUKAN PERCOBAAN DAN MENGAMBIL DATA

Tahap 5 - Melakukan Percobaan dan Mengambil Data
PROYEK 2 • TAHAP 5

Melakukan Percobaan, Mengambil dan Menyajikan Data

Saatnya menguji rancangan penelitian yang telah kalian buat. Lakukan percobaan dengan teliti, ukur suhu secara benar, dan catat setiap hasil pengamatan agar dapat dianalisis.

๐ŸŒก️ ๐Ÿงช
01 • PENGANTAR

Penelitian bukan sekadar melakukan percobaan

Pada tahap sebelumnya, kelompok kalian telah menyusun rencana penelitian tentang pengaruh warna wadah terhadap kenaikan suhu air. Kalian telah menentukan alat dan bahan, menyusun prosedur, membagi tugas, serta membuat jadwal kegiatan.

Sekarang, rancangan tersebut akan dilaksanakan. Kalian perlu memastikan bahwa setiap langkah dilakukan sesuai rencana dan setiap hasil pengukuran dicatat dengan benar.

Ingat! Data yang baik bukan data yang dibuat agar sesuai dengan hipotesis. Data yang baik adalah data yang diperoleh melalui pengukuran sebenarnya, dicatat dengan jujur, dan tidak diubah untuk menghasilkan kesimpulan tertentu.
02 • CEK KESIAPAN

Sebelum percobaan dimulai, periksa kesiapan kelompokmu

Jangan terburu-buru melakukan percobaan. Luangkan waktu untuk memastikan seluruh kebutuhan penelitian sudah siap.

๐Ÿงฐ Alat dan bahan Apakah semua alat dan bahan telah tersedia dan dapat digunakan?

Contoh: wadah, air, termometer, gelas ukur, label, alat tulis, dan stopwatch.

๐Ÿ“‹ Prosedur penelitian Apakah semua anggota memahami urutan langkah percobaan?

Pastikan kelompok mengetahui apa yang harus dilakukan dari awal hingga akhir.

๐Ÿ‘ฅ Pembagian tugas Apakah setiap petugas sudah memahami tanggung jawabnya?

Misalnya petugas mengukur suhu, mencatat waktu, mencatat data, dan mendokumentasikan kegiatan.

๐Ÿ“ Tempat dan waktu Apakah lokasi dan waktu percobaan sudah ditentukan?

Pastikan semua wadah mendapatkan kondisi penyinaran yang sebanding.

๐Ÿ“Š Tabel pengamatan Apakah tabel pengamatan sudah disiapkan?

Pastikan tersedia tempat untuk mencatat suhu awal dan suhu pada setiap interval waktu.

๐Ÿฆบ Keamanan Apakah kegiatan dapat dilakukan dengan aman?

Gunakan alat dengan hati-hati dan ikuti arahan guru selama percobaan.

Jangan mulai jika masih ada yang belum siap. Diskusikan terlebih dahulu dengan anggota kelompok dan mintalah arahan guru jika ada alat, bahan, atau prosedur yang belum dipahami.
03 • PELAKSANAAN

Melakukan percobaan dengan benar

Laksanakan percobaan sesuai prosedur yang telah disepakati. Berikut hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam proyek kalian.

1
Siapkan dan beri label pada wadah

Beri tanda pada setiap wadah sesuai warnanya, misalnya hitam, putih, dan transparan. Pastikan label mudah dikenali.

2
Masukkan air dengan volume yang sama

Gunakan alat ukur untuk memastikan setiap wadah berisi air dengan volume yang sama. Ukur dan catat suhu awal air sebelum wadah diletakkan di bawah sinar matahari.

3
Letakkan wadah pada lokasi yang sama

Tempatkan semua wadah secara berdampingan di lokasi yang mendapatkan sinar matahari. Usahakan waktu mulai dan kondisi penyinarannya sama.

4
Ukur suhu sesuai interval waktu

Lakukan pengukuran sesuai jadwal, misalnya setiap 5 menit selama 30 menit. Gunakan termometer yang sama dan cara pengukuran yang konsisten.

5
Catat setiap hasil pengukuran

Tuliskan angka yang benar-benar ditunjukkan termometer. Jangan mengandalkan ingatan atau menunda pencatatan sampai percobaan selesai.

6
Periksa kelengkapan data

Setelah pengukuran selesai, periksa kembali apakah semua wadah telah diukur pada setiap interval waktu dan tidak ada data yang terlewat.

04 • KETELITIAN PENGUKURAN

Bagaimana cara mengambil data dengan benar?

Hasil penelitian sangat bergantung pada ketelitian saat melakukan pengukuran. Perhatikan beberapa hal berikut.

A. Gunakan termometer dengan cara yang tepat

  • Pastikan termometer dapat digunakan dan menunjukkan angka dengan jelas.
  • Masukkan bagian sensor termometer ke dalam air sesuai petunjuk penggunaannya.
  • Jangan sampai sensor menyentuh dasar atau dinding wadah.
  • Tunggu hingga angka pada termometer stabil sebelum mencatat hasilnya.
  • Gunakan termometer dan cara pengukuran yang sama untuk semua wadah.

B. Lakukan pengukuran pada waktu yang telah ditentukan

Jika kelompok menetapkan pengukuran setiap 5 menit, maka semua wadah harus diukur pada interval yang sama. Jangan mengukur wadah pertama pada menit ke-5, tetapi wadah lainnya pada menit ke-7 atau ke-8.

C. Jaga agar kondisi percobaan tetap sebanding

  • Gunakan volume air yang sama.
  • Gunakan wadah dengan bahan, bentuk, dan ukuran yang sama jika memungkinkan.
  • Pastikan semua wadah diletakkan pada lokasi penyinaran yang sama.
  • Mulai percobaan pada waktu yang sama.
  • Jangan mengubah prosedur di tengah percobaan tanpa mencatat perubahan tersebut.
Perhatikan keselamatan! Jangan menggunakan wadah yang mudah pecah tanpa pengawasan. Hindari menyentuh wadah yang terlalu panas secara langsung. Air percobaan tidak untuk diminum. Ikuti arahan guru selama kegiatan.
05 • PENCATATAN DATA

Menyajikan hasil pengamatan dalam tabel

Setelah melakukan pengukuran, kalian akan memperoleh sejumlah angka. Angka-angka tersebut perlu disusun secara teratur agar mudah dibaca, dibandingkan, dan dianalisis.

Salah satu cara menyajikan data hasil penelitian adalah menggunakan tabel pengamatan.

Apa ciri tabel pengamatan yang baik?

  • Memiliki judul yang menjelaskan isi tabel.
  • Memiliki nama kolom yang jelas.
  • Mencantumkan satuan pengukuran, misalnya °C dan menit.
  • Data disusun secara teratur dan mudah dibandingkan.
  • Angka ditulis sesuai hasil pengukuran sebenarnya.
  • Tidak ada kolom atau baris yang membingungkan pembaca.
Contoh judul tabel:

Hasil Pengamatan Perubahan Suhu Air pada Wadah dengan Warna Berbeda

Contoh berikut hanya untuk menunjukkan cara menyusun tabel. Angka-angka bukan hasil penelitian yang harus kalian ikuti.

Warna Wadah Suhu Awal (°C) Suhu Air pada Menit ke- (°C) Suhu Akhir (°C) Kenaikan Suhu (°C)
5 10 15 20
Hitam 27 29 31 33 35 35 8
Putih 27 28 29 30 31 31 4
Transparan 27 28 30 31 32 32 5

Catatan: Contoh tabel di atas menggunakan pengukuran sampai menit ke-20. Jika kelompok kalian melakukan pengukuran sampai menit ke-30, tambahkan kolom menit ke-25 dan menit ke-30.

Mengapa tabel perlu disusun seperti itu?

Dengan susunan tersebut, pembaca dapat melihat suhu awal, membandingkan perubahan suhu pada setiap waktu, dan mengetahui kenaikan suhu masing-masing wadah. Data juga lebih mudah digunakan untuk membuat grafik dan mengambil kesimpulan.

06 • MEMAHAMI DATA

Mencatat suhu awal, suhu akhir, dan kenaikan suhu

Dalam proyek ini, kalian tidak hanya perlu mengetahui suhu akhir air. Kalian juga perlu mengetahui seberapa besar perubahan suhu yang terjadi selama percobaan.

Kenaikan Suhu = Suhu Akhir − Suhu Awal
Contoh perhitungan:

Suhu awal air = 27°C

Suhu akhir air = 35°C

Kenaikan suhu = 35°C − 27°C

Kenaikan suhu = 8°C

Dengan menghitung kenaikan suhu, kalian dapat membandingkan perubahan suhu air pada wadah hitam, putih, dan transparan, meskipun suhu awalnya tidak persis sama.

Jangan mengarang atau memperbaiki angka agar terlihat rapi. Jika terjadi kesalahan pengukuran, catat kejadian tersebut dan diskusikan dengan guru apakah pengukuran perlu diulang.
07 • TUGAS KELOMPOK

Hal yang harus dikumpulkan

Setelah percobaan selesai, pastikan kelompok kalian memiliki bukti kegiatan dan data yang lengkap.

Hasil kerja kelompok:
  1. Dokumentasi kegiatan percobaan.
  2. Tabel hasil pengamatan yang telah diisi lengkap.
  3. Catatan jika terjadi kendala atau perubahan prosedur.
  4. Perhitungan kenaikan suhu setiap wadah.

Simpan data dengan baik karena data tersebut akan digunakan pada tahap berikutnya, yaitu menganalisis data dan mengambil kesimpulan.

PROYEK 2 IPAS TEI: MATERI 2; KALOR

Tahap 4 - Mengenal Kalor dan Perpindahan Kalor
PROYEK 2 IPAS • JURUSAN TEI

Tahap 4 – Postingan 2
Mengenal Kalor dan Perpindahan Kalor

Setelah memahami suhu, sekarang kita akan mempelajari energi yang dapat menyebabkan perubahan suhu. Mari mengenal kalor dan bagaimana kalor berpindah dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan utama:
Bagaimana energi dari matahari dapat menyebabkan air di dalam wadah mengalami kenaikan suhu?
01

Mengapa Air Dapat Mengalami Kenaikan Suhu?

Sinar matahari menyinari lingkungan

Bayangkan sebuah wadah berisi air diletakkan di bawah sinar matahari. Setelah beberapa waktu, air di dalam wadah dapat mengalami kenaikan suhu.

Dari mana energi yang menyebabkan kenaikan suhu tersebut?

Air menerima energi dari lingkungan, salah satunya melalui radiasi sinar matahari. Energi yang berpindah karena perbedaan suhu inilah yang kita kenal sebagai kalor.

Konsep kalor sangat penting untuk memahami mengapa air dapat mengalami kenaikan suhu ketika diletakkan di bawah sinar matahari.
Coba pikirkan!
  • Mengapa air yang diletakkan di bawah sinar matahari dapat menjadi lebih hangat?
  • Apakah matahari bersentuhan langsung dengan air untuk memanaskannya?
  • Bagaimana energi dari matahari dapat sampai ke bumi?
02

Pengertian Kalor

Kalor adalah energi yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah karena adanya perbedaan suhu.

Perhatikan beberapa contoh berikut:

Contoh 1 – Sendok dalam air panas

Sendok logam yang dimasukkan ke dalam air panas lama-kelamaan ikut menjadi panas. Energi berpindah dari air panas ke sendok yang suhunya lebih rendah.

Contoh 2 – Es batu di luar lemari pendingin

Es batu menerima energi dari lingkungan yang lebih hangat sehingga es dapat mencair.

Contoh 3 – Air di bawah sinar matahari

Wadah dan air menerima energi dari lingkungan, termasuk radiasi matahari. Energi tersebut dapat menyebabkan suhu air meningkat.

Hal yang perlu diingat: kalor bukanlah suhu. Kalor merupakan energi yang berpindah, sedangkan suhu menunjukkan derajat panas atau dinginnya suatu benda.
03

Satuan Kalor

Kalor merupakan bentuk energi. Dalam Sistem Internasional (SI), satuan energi adalah joule (J).

Selain joule, kita juga mengenal satuan kalori (kal).

HUBUNGAN SATUAN KALOR
1 kalori = 4,184 joule

Joule dan kalori merupakan satuan energi.

Dalam pembelajaran ini, cukup pahami bahwa kalor merupakan energi yang berpindah dan satuan SI-nya adalah joule (J).
04

Pengaruh Kalor terhadap Suhu Benda

Ketika suatu benda menerima kalor, suhunya dapat meningkat. Sebaliknya, ketika benda melepaskan kalor, suhunya dapat menurun.

Menerima kalor

Jika kalor yang diterima menyebabkan suhu benda naik, benda menjadi lebih hangat atau panas.

Contoh: air yang dipanaskan.

Melepaskan kalor

Jika benda melepaskan kalor dan suhunya turun, benda menjadi lebih dingin.

Contoh: teh panas yang dibiarkan di atas meja.

Perlu diketahui: tidak semua kalor yang diterima benda selalu menyebabkan kenaikan suhu. Pada proses perubahan wujud, seperti es yang mencair, kalor digunakan untuk mengubah wujud zat tanpa menaikkan suhu selama proses perubahan wujud berlangsung.
Pertanyaan pemantik
  • Apa yang terjadi pada suhu air ketika dipanaskan?
  • Mengapa teh panas yang dibiarkan lama-kelamaan menjadi dingin?
  • Mengapa es dapat mencair meskipun suhunya tidak langsung meningkat selama proses mencair?
05

Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Suhu

Ketika suatu benda menerima kalor, besar kenaikan suhunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1. Banyaknya kalor yang diterima

Jika faktor lainnya sama, semakin banyak kalor yang diterima suatu benda, semakin besar kenaikan suhunya.

Contoh sederhana

Dua wadah berisi air dengan kondisi yang sama menerima energi. Jika salah satu wadah menerima energi lebih banyak, air di dalamnya dapat mengalami kenaikan suhu lebih besar.

2. Massa benda

Untuk jumlah kalor yang sama, benda dengan massa lebih kecil cenderung mengalami kenaikan suhu lebih besar dibandingkan benda dengan massa lebih besar, jika jenis zatnya sama.

Contoh sederhana

Bandingkan satu gelas air dan satu panci air. Jika keduanya menerima kalor yang sama dan kondisi lainnya sama, kenaikan suhu satu gelas air cenderung lebih besar.

3. Jenis zat dan kalor jenis

Setiap zat memiliki kemampuan yang berbeda dalam menerima kalor. Kemampuan tersebut berkaitan dengan besaran yang disebut kalor jenis.

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1°C.

Untuk siswa kelas 10, cukup dipahami bahwa jenis zat memengaruhi besar perubahan suhu ketika menerima kalor yang sama.
Coba pikirkan!
  • Mengapa satu gelas air dapat mengalami kenaikan suhu lebih besar dibandingkan satu panci air jika menerima kalor yang sama?
  • Apakah dua jenis zat yang berbeda selalu mengalami kenaikan suhu yang sama ketika menerima kalor yang sama?
  • Mengapa volume air dalam percobaan kita perlu dibuat sama?
06

Cara Kalor Berpindah

Kalor dapat berpindah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

1. Konduksi

Sendok logam dalam minuman panas

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan zat secara keseluruhan.

Contoh: ujung sendok logam menjadi panas ketika ujung lainnya dicelupkan ke dalam air panas.

2. Konveksi

Air dipanaskan di dalam panci

Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai perpindahan partikel zat. Peristiwa ini biasanya terjadi pada zat cair dan gas.

Contoh: pergerakan air ketika dipanaskan di dalam panci.

3. Radiasi

Sinar matahari menyinari bumi

Radiasi adalah perpindahan kalor melalui gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan medium.

Contoh: panas matahari sampai ke bumi melalui ruang angkasa.

Cara perpindahan Ciri utama Contoh
Konduksi Melalui zat tanpa perpindahan zat secara keseluruhan. Sendok logam menjadi panas.
Konveksi Disertai perpindahan partikel zat. Air bergerak saat dipanaskan.
Radiasi Melalui gelombang elektromagnetik. Panas matahari sampai ke bumi.
Hubungan dengan proyek: energi dari matahari sampai ke bumi melalui radiasi. Karena itu, radiasi menjadi salah satu konsep penting yang perlu kalian pahami sebelum melakukan percobaan.
07

Hubungan Warna Permukaan dengan Penyerapan Radiasi

Permukaan yang terkena sinar matahari

Ketika sinar matahari mengenai suatu permukaan, sebagian energi radiasi dapat diserap dan sebagian lainnya dipantulkan.

Secara umum, karakteristik permukaan berwarna gelap dan terang berbeda dalam menyerap serta memantulkan radiasi.

Permukaan gelap

Cenderung menyerap lebih banyak radiasi dan memantulkan lebih sedikit.

Permukaan terang

Cenderung memantulkan lebih banyak radiasi dan menyerap lebih sedikit.

Karena itu, warna permukaan wadah dapat memengaruhi banyaknya energi radiasi yang diserap oleh wadah.

Energi yang diserap wadah kemudian dapat berpindah ke air di dalamnya sehingga suhu air berpotensi meningkat.

Namun, apakah wadah hitam selalu membuat air lebih cepat panas daripada wadah putih?

Belum tentu. Hasilnya juga dapat dipengaruhi oleh bahan wadah, ketebalan, bentuk, volume air, kondisi lingkungan, dan faktor lainnya.

Itulah sebabnya kita perlu melakukan percobaan dan mengambil data, bukan hanya mengandalkan perkiraan.

08

Hubungan Kalor dengan Proyek Kita

Perhatikan alur sederhana berikut untuk memahami bagaimana energi matahari dapat menyebabkan kenaikan suhu air.

SINAR MATAHARI

Menyediakan energi radiasi.

↓
PERMUKAAN WADAH

Menyerap dan memantulkan sebagian radiasi.

↓
ENERGI BERPINDAH KE AIR

Air menerima energi.

↓
SUHU AIR DAPAT MENINGKAT

Perubahan suhu diukur dan dicatat.

Alur tersebut merupakan gambaran sederhana. Dalam percobaan sebenarnya, energi juga dapat berpindah antara wadah, air, dan lingkungan dengan berbagai cara.

Hal yang harus kalian pahami: warna permukaan dapat memengaruhi penyerapan radiasi. Energi yang diserap wadah dapat berpindah ke air dan memengaruhi suhu air. Pengaruh tersebut perlu dibuktikan melalui pengukuran.
09

Uji Pemahaman

Setelah mempelajari materi, jawablah pertanyaan berikut untuk mengetahui sejauh mana kalian memahami konsep kalor.

1. Apa yang dimaksud dengan kalor?

Jelaskan menggunakan kalimat kalian sendiri.

2. Apa perbedaan konduksi, konveksi, dan radiasi?

Berikan masing-masing satu contoh dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mengapa air yang diletakkan di bawah sinar matahari dapat mengalami kenaikan suhu?

Jelaskan proses perpindahan energi yang terjadi.

4. Mengapa permukaan berwarna gelap umumnya menyerap lebih banyak radiasi dibandingkan permukaan berwarna terang?

Jelaskan hubungan antara penyerapan dan pemantulan radiasi.

5. Apakah warna wadah merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi kenaikan suhu air?

Jelaskan faktor lain yang perlu diperhatikan dalam percobaan.

6. Hubungkan dengan proyek kita.

Mengapa volume air, bahan wadah, dan lama penyinaran perlu dibuat sama ketika membandingkan kenaikan suhu air pada wadah dengan warna berbeda?

PROYEK 2 IPAS TEI: MATERI 1. SUHU

Tahap 4 - Mengenal Suhu dan Pengukurannya
PROYEK 2 IPAS • JURUSAN TEI

Tahap 4 – Postingan 1
Mengenal Suhu dan Pengukurannya

Sebelum melakukan percobaan, kita perlu memahami pengetahuan ilmiah yang mendasarinya. Mari mengenal suhu, cara mengukurnya, dan bagaimana suhu dapat mengalami perubahan.

Pertanyaan utama:
Bagaimana kita mengetahui bahwa suhu air mengalami kenaikan atau penurunan?
01

Mengapa Kita Perlu Memahami Suhu?

Gelas berisi air

Pernahkah kalian mengambil air dari keran pada pagi hari, kemudian mengambil air dari sumber yang sama pada siang hari? Apakah suhu air yang kalian rasakan selalu sama?

Atau, pernahkah kalian menyentuh gelas berisi air panas dan gelas berisi air dingin? Keduanya memberikan sensasi yang berbeda pada kulit.

Kita sering menggunakan kata panas dan dingin untuk menggambarkan keadaan suatu benda. Dalam ilmu pengetahuan alam, keadaan tersebut dapat dipelajari melalui konsep suhu.

Dalam proyek yang akan kalian lakukan, suhu menjadi hal penting karena kalian akan mengamati apakah air dalam wadah dengan warna berbeda mengalami kenaikan suhu yang berbeda setelah terkena sinar matahari.
Coba pikirkan!
  • Bagaimana cara mengetahui bahwa air dalam suatu wadah lebih panas daripada air dalam wadah lainnya?
  • Apakah tangan kita dapat menentukan suhu secara tepat?
  • Mengapa kita perlu mengukur suhu, bukan hanya merasakan panas atau dingin?
02

Pengertian Suhu

Suhu adalah besaran fisika yang menyatakan derajat panas atau dinginnya suatu benda.

Contohnya:

Air es

Memiliki suhu rendah.

Air suhu ruang

Memiliki suhu sedang.

Air panas

Memiliki suhu tinggi.

Air mendidih

Memiliki suhu sangat tinggi.

Suhu merupakan besaran yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Karena itu, kita tidak cukup hanya mengatakan air terasa panas atau dingin. Kita perlu melakukan pengukuran untuk mengetahui suhunya.

Contoh perbandingan suhu

Air A memiliki suhu 25°C, sedangkan air B memiliki suhu 35°C.

Artinya, suhu air B lebih tinggi daripada suhu air A.

03

Alat untuk Mengukur Suhu

Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer.

Peralatan pengukuran dan laboratorium

Contoh peralatan pengukuran di laboratorium.

Termometer membantu kita mengetahui suhu suatu benda secara lebih objektif dibandingkan hanya menggunakan indra peraba.

Beberapa jenis termometer

1. Termometer zat cair

Menggunakan perubahan volume zat cair akibat perubahan suhu. Contohnya termometer alkohol atau raksa.

2. Termometer digital

Menampilkan hasil pengukuran suhu dalam bentuk angka pada layar digital.

3. Termometer inframerah

Mengukur suhu permukaan benda tanpa harus menyentuh benda tersebut.

Untuk proyek kita: Kalian dapat menggunakan termometer digital atau termometer laboratorium yang sesuai untuk mengukur suhu air.
Pertanyaan pemantik
  • Mengapa termometer lebih dapat diandalkan daripada tangan untuk mengukur suhu?
  • Apakah semua jenis termometer digunakan dengan cara yang sama?
  • Termometer apa yang paling sesuai untuk mengukur suhu air dalam percobaan kita?
04

Satuan Suhu

Suhu dapat dinyatakan dengan beberapa satuan. Dalam kehidupan sehari-hari dan percobaan di sekolah, satuan yang paling sering digunakan adalah derajat Celsius (°C).

Skala suhu Titik beku air Titik didih air
Celsius (°C) 0 100
Fahrenheit (°F) 32 212
Kelvin (K) 273,15 373,15

Keterangan: nilai titik beku dan titik didih air tersebut berlaku pada tekanan udara standar.

Untuk proyek ini, kita cukup menggunakan satuan Celsius (°C) agar hasil pengukuran mudah dibaca dan dibandingkan.
05

Suhu Berbeda dengan Kalor

Suhu dan kalor sering dianggap sama karena keduanya berkaitan dengan keadaan panas dan dingin. Padahal, keduanya merupakan konsep yang berbeda.

Suhu Kalor
Menunjukkan derajat panas atau dingin suatu benda. Energi yang berpindah karena adanya perbedaan suhu.
Diukur menggunakan termometer. Diukur dalam satuan energi, yaitu joule (J).
Satuan yang umum digunakan adalah °C. Satuan SI adalah joule (J).
Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Ketika air panas dicampurkan dengan air dingin, energi berpindah dari air yang bersuhu lebih tinggi ke air yang bersuhu lebih rendah.

Perpindahan energi tersebut disebut kalor. Akibatnya, suhu air panas cenderung turun dan suhu air dingin cenderung naik hingga tercapai kesetimbangan termal.

Coba pikirkan!
  • Apakah suhu dan kalor memiliki arti yang sama?
  • Ketika air panas dicampur dengan air dingin, ke arah manakah energi berpindah?
  • Mengapa suhu air panas dapat turun setelah dicampur dengan air dingin?
06

Perubahan Suhu

Suhu suatu benda dapat mengalami kenaikan atau penurunan.

Kenaikan suhu

Suhu akhir lebih tinggi daripada suhu awal.

Contoh: air 25°C menjadi 32°C.

Penurunan suhu

Suhu akhir lebih rendah daripada suhu awal.

Contoh: air 80°C menjadi 60°C.

Menghitung perubahan suhu

Untuk mengetahui besar perubahan suhu, kita dapat menggunakan rumus:

RUMUS PERUBAHAN SUHU
ฮ”T = T akhir − T awal

ฮ”T dibaca delta T.

Keterangan:

  • ฮ”T = perubahan suhu
  • T akhir = suhu setelah perlakuan
  • T awal = suhu sebelum perlakuan
Contoh soal

Air mula-mula memiliki suhu 27°C. Setelah diletakkan di bawah sinar matahari selama 30 menit, suhunya menjadi 35°C.

Diketahui:

T awal = 27°C

T akhir = 35°C

Ditanyakan: Berapa kenaikan suhu air?

Penyelesaian:

ฮ”T = T akhir − T awal

ฮ”T = 35 − 27

ฮ”T = 8°C

Jadi, suhu air mengalami kenaikan sebesar 8°C.
Sekarang coba kerjakan!

Air dalam sebuah wadah memiliki suhu awal 26°C. Setelah terkena sinar matahari selama 20 menit, suhunya menjadi 33°C.

  • Berapa suhu awal air?
  • Berapa suhu akhir air?
  • Berapa kenaikan suhu air tersebut?
07

Mengapa Konsep Suhu Penting dalam Proyek Kita?

Dalam proyek Pengaruh Warna Wadah terhadap Kenaikan Suhu Air, kalian tidak cukup hanya mengamati air mana yang terasa lebih panas.

Kalian harus melakukan pengukuran agar mendapatkan data yang dapat dibandingkan.

1
Mengukur suhu awal air sebelum percobaan dimulai.
2
Mengukur suhu air setelah mendapatkan paparan sinar matahari.
3
Mencatat hasil pengukuran setiap wadah.
4
Menghitung perubahan suhu masing-masing wadah.
5
Membandingkan perubahan suhu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan.
Ingat! Pengukuran suhu awal dan suhu akhir sangat penting. Tanpa kedua data tersebut, kalian tidak dapat menghitung kenaikan suhu air.
08

Uji Pemahaman

Setelah mempelajari materi, jawablah pertanyaan berikut untuk mengetahui sejauh mana kalian memahami konsep suhu.

1. Apa yang dimaksud dengan suhu?

Jelaskan dengan menggunakan kalimat kalian sendiri.

2. Mengapa kita tidak cukup menggunakan tangan untuk menentukan suhu air dalam percobaan?

Jelaskan alasan kalian.

3. Apa perbedaan suhu dan kalor?

Jelaskan perbedaan keduanya berdasarkan pengertian dan satuannya.

4. Latihan menghitung perubahan suhu

Air memiliki suhu awal 28°C. Setelah 20 menit, suhunya menjadi 34°C. Berapa kenaikan suhunya? Tuliskan cara menghitungnya.

5. Hubungkan dengan proyek

Mengapa kita harus mengukur suhu awal dan suhu akhir air dalam percobaan pengaruh warna wadah terhadap kenaikan suhu air?

PROYEK 2 IPAS TEI: MERENCANAKAN PENELITIAN

Tahap 3 - Merencanakan Percobaan
PROYEK 2 IPAS • JURUSAN TEI

Tahap 3
Merencanakan Percobaan

Dari sebuah pertanyaan penelitian, kita menyusun rencana agar percobaan dapat dilakukan secara terarah, adil, dan menghasilkan data yang dapat dipercaya.

Pertanyaan utama:
Bagaimana cara merancang percobaan agar kita dapat menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis?
01

Mengapa Percobaan Perlu Direncanakan?

Pada tahap sebelumnya, kalian telah belajar menyusun rumusan masalah, hipotesis, dan menentukan variabel penelitian. Sekarang, kalian akan menggunakan hasil tersebut sebagai dasar untuk merancang percobaan.

Percobaan tidak sebaiknya dilakukan secara spontan tanpa persiapan. Kita perlu menentukan alat dan bahan, menyusun langkah kerja, membagi tugas, serta mengatur waktu kegiatan.

Ingat! Rencana percobaan yang baik harus sesuai dengan rumusan masalah, dapat digunakan untuk menguji hipotesis, dan memperhatikan variabel penelitian.
Coba pikirkan!
  • Apa yang mungkin terjadi jika percobaan dilakukan tanpa langkah kerja yang jelas?
  • Bagaimana jika setiap kelompok menggunakan jumlah air atau waktu pengamatan yang berbeda?
  • Mengapa semua anggota kelompok perlu mengetahui rencana kegiatan?
02

Belajar dari Contoh Perencanaan Percobaan

Sebelum menyusun rencana percobaan proyek kalian sendiri, perhatikan contoh berikut. Contoh ini menggunakan permasalahan yang telah dipelajari pada Tahap 2.

Contoh permasalahan

Dua tanaman kacang hijau ditanam menggunakan jenis benih, media tanam, dan jumlah air yang sama. Tanaman pertama diletakkan di tempat yang mendapat cahaya matahari, sedangkan tanaman kedua diletakkan di tempat yang minim cahaya.

Setelah beberapa hari, kedua tanaman diamati untuk mengetahui perbedaan pertumbuhannya.

A. Mengingat kembali rancangan penelitian

KomponenContoh
Rumusan masalahBagaimana pengaruh kondisi penyinaran terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?
HipotesisTanaman kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahari cukup akan memiliki pertumbuhan yang lebih sehat dibandingkan tanaman yang minim cahaya.
Variabel bebasKondisi penyinaran: mendapat cahaya dan minim cahaya.
Variabel terikatPertumbuhan tanaman, misalnya tinggi dan kondisi batang.
Variabel kontrolJenis benih, jumlah air, media tanam, ukuran wadah, dan lama pengamatan.

B. Menentukan alat dan bahan

Alat dan bahan dipilih berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan. Untuk contoh percobaan ini, alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

Alat dan bahanKegunaan
Benih kacang hijauObjek yang diamati pertumbuhannya.
Dua wadah tanamTempat menanam benih.
Media tanamTempat tumbuh tanaman.
AirMemenuhi kebutuhan air tanaman.
PenggarisMengukur tinggi tanaman.
Label dan alat tulisMemberi tanda dan mencatat hasil pengamatan.
Pertanyaan pemantik
  • Alat apa yang diperlukan untuk mengukur pertumbuhan tanaman?
  • Mengapa kita membutuhkan dua wadah tanam?
  • Apakah alat dan bahan yang digunakan sudah cukup untuk membandingkan kedua tanaman?
  • Adakah alat atau bahan lain yang perlu ditambahkan?

C. Menyusun prosedur percobaan

Prosedur adalah urutan langkah kerja yang harus dilakukan agar percobaan berjalan teratur. Contoh prosedur:

1
Siapkan dua wadah tanam dengan ukuran yang sama.
2
Masukkan media tanam dengan jumlah yang sama ke dalam kedua wadah.
3
Tanam benih kacang hijau dengan jumlah dan kedalaman yang sama.
4
Letakkan wadah pertama di tempat yang mendapat cahaya dan wadah kedua di tempat minim cahaya.
5
Berikan air dengan jumlah yang sama secara teratur.
6
Amati pertumbuhan tanaman setiap hari selama waktu yang telah ditentukan.
7
Ukur tinggi tanaman dan catat kondisi batang pada tabel pengamatan.
Pertanyaan pemantik
  • Mengapa jumlah benih dan air perlu dibuat sama?
  • Mengapa kedua tanaman harus diamati selama waktu yang sama?
  • Bagaimana cara memastikan pengamatan dilakukan secara teratur?
  • Apakah langkah kerja tersebut sudah cukup untuk menjawab rumusan masalah?
03

Membagi Tugas Anggota Kelompok

Percobaan merupakan kegiatan kelompok. Agar pekerjaan tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang, setiap anggota perlu mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang jelas.

Perhatikan contoh pembagian tugas berikut. Pembagian ini dapat disesuaikan dengan jumlah anggota kelompok.

PeranTanggung jawab
KoordinatorMengatur kegiatan, memastikan semua anggota bekerja, dan mengingatkan jadwal.
Penanggung jawab alat dan bahanMenyiapkan, memeriksa, dan merapikan alat serta bahan.
Pelaksana percobaanMembantu melakukan langkah-langkah percobaan sesuai rencana.
Pengamat dan pencatat dataMelakukan pengamatan, pengukuran, dan mencatat hasil.
Dokumentasi dan pelaporanMengambil dokumentasi dan membantu menyusun laporan.

Jika jumlah anggota kelompok lebih banyak atau lebih sedikit, tugas dapat digabung atau dibagi kembali. Setiap anggota tetap harus berkontribusi.

Pertanyaan pemantik
  • Apakah pembagian tugas sudah sesuai dengan kemampuan dan jumlah anggota kelompok?
  • Apakah ada anggota yang mendapatkan terlalu banyak tugas?
  • Bagaimana cara memastikan setiap anggota ikut bekerja?
  • Jika seorang anggota berhalangan hadir, bagaimana kelompok mengatasi tugasnya?
Prinsip pembagian tugas yang adil: setiap anggota memiliki tanggung jawab yang jelas, beban kerja yang seimbang, dan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kelompok.
04

Menyusun Jadwal Kegiatan

Selain pembagian tugas, kelompok juga perlu menentukan kapan setiap kegiatan akan dilakukan. Jadwal membantu kelompok bekerja lebih terarah dan menyelesaikan proyek tepat waktu.

Contoh jadwal kegiatan
KegiatanWaktu pelaksanaanPenanggung jawab
Menyiapkan alat dan bahanHari ke-1Anggota 1 dan 2
Melakukan percobaanHari ke-2Seluruh anggota
Melakukan pengamatan dan mencatat dataHari ke-2 sampai hari ke-7Anggota 3 dan 4
Mengolah dan menganalisis dataHari ke-8Seluruh anggota
Menyusun laporan dan bahan presentasiHari ke-9Seluruh anggota

Jadwal di atas hanya contoh. Waktu pelaksanaan dapat disesuaikan dengan jenis percobaan dan kesepakatan kelompok.

Pertanyaan pemantik
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan?
  • Apakah pengamatan harus dilakukan satu kali atau beberapa kali?
  • Kapan data harus selesai dikumpulkan?
  • Berapa waktu yang diperlukan untuk menganalisis data dan membuat laporan?
  • Bagaimana jika terjadi kendala sehingga jadwal harus berubah?
05

Sekarang Giliran Kelompok Kalian!

Setelah mempelajari contoh, sekarang kalian akan menyusun rencana percobaan untuk proyek yang telah disepakati.

PROYEK 2 TEI

Pengaruh Warna Wadah terhadap Kenaikan Suhu Air

Rumusan masalah yang akan diteliti:

Bagaimana pengaruh warna wadah terhadap kenaikan suhu air ketika diletakkan di bawah sinar matahari?

Hipotesis dan variabel penelitian yang telah kalian susun pada Tahap 2 menjadi dasar untuk membuat rancangan percobaan.

A. Menentukan alat dan bahan

Pikirkan alat dan bahan yang diperlukan untuk membandingkan perubahan suhu air pada wadah dengan warna berbeda.

Pertanyaan pemantik
  • Wadah dengan warna apa saja yang akan dibandingkan?
  • Bagaimana cara memperoleh wadah dengan warna berbeda tetapi ukuran dan bahannya tetap sebanding?
  • Alat apa yang digunakan untuk mengukur suhu air?
  • Bagaimana cara memastikan volume air pada setiap wadah sama?
  • Alat apa yang diperlukan untuk mengukur waktu dan mencatat data?

Catat alat dan bahan yang dibutuhkan dalam tabel berikut.

No.Nama alat/bahanJumlahKegunaan
1........................................................................
2........................................................................
3........................................................................
4........................................................................
5........................................................................
6........................................................................

B. Menyusun prosedur percobaan

Susun langkah kerja secara berurutan. Pastikan langkah-langkah tersebut memungkinkan kalian membandingkan kenaikan suhu air pada setiap wadah.

Pertanyaan pemantik
  • Bagaimana cara menyiapkan air agar suhu awalnya sama?
  • Bagaimana cara memastikan volume air pada setiap wadah sama?
  • Di mana wadah akan diletakkan agar mendapatkan paparan sinar matahari yang sebanding?
  • Berapa lama percobaan akan dilakukan?
  • Setiap berapa menit suhu air akan diukur?
  • Bagaimana cara mengukur suhu agar hasil pengukuran lebih konsisten?
  • Bagaimana cara mencatat hasil pengamatan?

Tuliskan prosedur percobaan kelompok kalian secara berurutan.

No.Langkah-langkah percobaan
1........................................................................................................
2........................................................................................................
3........................................................................................................
4........................................................................................................
5........................................................................................................
6........................................................................................................
7........................................................................................................
Perhatikan keadilan percobaan! Usahakan jenis dan ukuran wadah, bahan wadah, volume air, suhu awal, lokasi paparan, lama penyinaran, dan cara pengukuran dibuat sama. Perbedaan utama yang diuji adalah warna wadah.

Untuk mengukur kenaikan suhu, kalian perlu mencatat suhu awal dan suhu akhir. Kenaikan suhu dapat dihitung dengan rumus:

Kenaikan suhu

ฮ”T = T akhir − T awal

ฮ”T dibaca delta T. Suhu dinyatakan dalam derajat Celsius (°C).

C. Membagi tugas anggota kelompok

Diskusikan pembagian tugas berdasarkan jumlah anggota kelompok. Pastikan semua anggota mendapatkan tanggung jawab.

No.Nama anggotaTugas dan tanggung jawab
1........................................................................................
2........................................................................................
3........................................................................................
4........................................................................................
5........................................................................................
6........................................................................................
Pertanyaan pemantik
  • Apakah semua anggota sudah memiliki tugas?
  • Apakah pembagian tugas sudah seimbang?
  • Siapa yang bertugas mengukur suhu, mencatat waktu, dan mencatat hasil?
  • Bagaimana cara bekerja sama jika ada tugas yang harus dilakukan secara bersamaan?

D. Menyusun jadwal kegiatan

Buatlah jadwal agar kegiatan kelompok dapat diselesaikan tepat waktu.

No.Jenis kegiatanWaktu/tanggalPenanggung jawab
1Menyiapkan alat dan bahan................................................
2Melakukan percobaan................................................
3Mencatat dan merapikan data................................................
4Menganalisis hasil percobaan................................................
5Menyusun laporan/presentasi................................................

E. Memeriksa kesiapan rencana

Sebelum rencana diserahkan kepada guru, diskusikan dan periksa kembali hal-hal berikut.

  • Rencana percobaan sesuai dengan rumusan masalah.
  • Alat dan bahan sudah ditentukan.
  • Langkah kerja tersusun secara berurutan dan dapat dilakukan.
  • Variabel bebas, terikat, dan kontrol sudah diperhatikan.
  • Pembagian tugas anggota kelompok sudah jelas dan adil.
  • Jadwal kegiatan sudah disepakati.
  • Kelompok sudah mempertimbangkan keselamatan dan kendala yang mungkin muncul.
06

Keselamatan dan Kualitas Percobaan

Rencana yang baik juga harus memperhatikan keselamatan dan ketepatan pengambilan data.

  • Letakkan wadah pada tempat yang stabil dan aman.
  • Gunakan termometer sesuai petunjuk dan hindari benturan.
  • Jangan menggunakan wadah yang mudah pecah atau berbahaya.
  • Hindari menyentuh air yang terlalu panas secara langsung.
  • Jangan meminum air yang digunakan dalam percobaan.
  • Lakukan pengukuran dengan cara dan interval waktu yang konsisten.
Pikirkan kemungkinan kendala!
  • Bagaimana jika cuaca mendung ketika percobaan dilakukan?
  • Bagaimana jika termometer yang digunakan terbatas?
  • Bagaimana jika salah satu anggota kelompok tidak dapat hadir?
  • Apa yang akan dilakukan jika hasil pengukuran berbeda dari perkiraan?

Minggu, 01 November 2026

PROYEK 2 IPAS TEI: Rumusan Masalah, Hipotesis dan Variabel

Tahap 2 - Rumusan Masalah, Hipotesis, dan Variabel
PROYEK IPAS • KELAS X TEI

TAHAP 2
Merumuskan Masalah, Hipotesis, dan Variabel

Belajar menyusun pertanyaan penelitian, membuat dugaan sementara, dan menentukan hal-hal yang akan diamati dalam suatu penyelidikan.

Dari rasa ingin tahu menjadi sebuah penelitian.

Pada tahap sebelumnya, kalian telah mengamati berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari dan menemukan banyak pertanyaan.

Namun, tidak semua pertanyaan dapat langsung dijadikan penelitian. Kita perlu memilih pertanyaan yang dapat dibuktikan melalui pengamatan atau percobaan. Setelah itu, kita membuat hipotesis dan menentukan variabel penelitian.

Mari belajar melalui sebuah contoh kasus terlebih dahulu.

01 Memahami Contoh Kasus

Contoh kasus penelitian
Pengaruh Lama Penyinaran terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau

Rani dan teman-temannya mengamati dua tanaman kacang hijau yang ditanam pada waktu yang sama. Kedua tanaman menggunakan jenis biji, media tanam, dan jumlah air yang sama.

Tanaman pertama diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari, sedangkan tanaman kedua diletakkan di tempat yang minim cahaya.

Setelah beberapa hari, mereka melihat bahwa kedua tanaman menunjukkan perbedaan pertumbuhan. Tanaman yang minim cahaya tampak lebih tinggi, tetapi batangnya lebih kurus dan pucat.

Coba pikirkan!

  • Mengapa kedua tanaman menunjukkan pertumbuhan yang berbeda?
  • Apakah lama atau kondisi penyinaran berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?
  • Bagaimana cara membuktikan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau?

Dari fenomena tersebut, Rani dan teman-temannya tertarik melakukan penelitian.

02 Menyusun Rumusan Masalah

Apa itu rumusan masalah?

Rumusan masalah adalah pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui suatu penelitian. Rumusan masalah menjadi arah atau pedoman dalam melakukan penyelidikan.

Rumusan masalah yang baik harus:

  • Jelas dan tidak membingungkan.
  • Berhubungan dengan fenomena yang diamati.
  • Dapat dijawab melalui pengamatan atau percobaan.
  • Menunjukkan hal yang ingin diketahui atau hubungan yang ingin diselidiki.

Bagaimana cara menyusunnya? Perhatikan proses berikut.

LANGKAH 1
Temukan masalah dari fenomena.

Dua tanaman kacang hijau yang mendapatkan kondisi penyinaran berbeda menunjukkan pertumbuhan yang berbeda.

LANGKAH 2
Tentukan hal yang ingin diketahui.

Rani ingin mengetahui apakah perbedaan penyinaran berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.

LANGKAH 3
Ubah menjadi pertanyaan penelitian.
Rumusan masalah:

Bagaimana pengaruh kondisi penyinaran terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?

Bandingkan kedua pertanyaan berikut!

Pertanyaan A: Mengapa tanaman bisa tumbuh?

Pertanyaan B: Bagaimana pengaruh kondisi penyinaran terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?

Pertanyaan B lebih sesuai sebagai rumusan masalah penelitian karena menunjukkan faktor yang diteliti dan objek yang diamati secara lebih jelas.

03 Menyusun Hipotesis

Apa itu hipotesis?

Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap jawaban dari rumusan masalah. Dugaan ini dibuat berdasarkan pengetahuan atau informasi awal dan harus diuji melalui penelitian.

Hipotesis bukan jawaban yang pasti benar. Hasil penelitian dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis tersebut.

Perhatikan kembali rumusan masalah pada contoh kacang hijau:

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pengaruh kondisi penyinaran terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?

Rani kemudian membuat dugaan berdasarkan pengetahuan awal bahwa cahaya dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis.

Contoh hipotesis:

Tanaman kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahari cukup akan memiliki pertumbuhan yang lebih sehat dibandingkan tanaman yang minim cahaya.

Hipotesis tersebut dapat diuji dengan membandingkan pertumbuhan kedua tanaman melalui pengamatan dan pengukuran.

Ingat!

  • Rumusan masalah berbentuk pertanyaan.
  • Hipotesis berbentuk pernyataan atau dugaan sementara.
  • Hipotesis harus berkaitan dengan rumusan masalah.
  • Hipotesis harus dapat diuji menggunakan data hasil penelitian.

04 Menentukan Variabel Penelitian

Apa itu variabel?

Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan atau dapat berubah dalam suatu penelitian.

Dalam penelitian sederhana, terdapat tiga jenis variabel yang perlu kalian kenali.

1. Variabel bebas

Faktor yang sengaja diubah atau dibedakan oleh peneliti untuk mengetahui pengaruhnya.

Pada contoh: kondisi penyinaran tanaman.

2. Variabel terikat

Hal yang diamati atau diukur sebagai akibat dari perubahan variabel bebas.

Pada contoh: pertumbuhan tanaman kacang hijau, misalnya tinggi tanaman dan kondisi batang.

3. Variabel kontrol

Faktor-faktor yang dibuat sama atau dijaga agar tidak berbeda, sehingga pengaruh variabel bebas dapat diamati dengan lebih adil.

Pada contoh: jenis biji, jumlah air, jenis media tanam, ukuran wadah, dan waktu pengamatan.

Rangkuman variabel pada contoh kasus

Jenis Variabel Contoh dalam Penelitian
Variabel bebas Kondisi penyinaran (terkena cahaya dan minim cahaya).
Variabel terikat Pertumbuhan tanaman kacang hijau, misalnya tinggi tanaman.
Variabel kontrol Jenis biji, jumlah air, media tanam, ukuran wadah, dan waktu pengamatan.
Mengapa variabel kontrol diperlukan?

Bayangkan tanaman pertama diberi banyak air, sedangkan tanaman kedua hanya diberi sedikit air. Jika pertumbuhannya berbeda, kita akan kesulitan mengetahui apakah penyebabnya adalah cahaya atau jumlah air.

Karena itu, faktor-faktor selain variabel bebas perlu dijaga tetap sama.

05 Memahami Hubungan Ketiganya

Rumusan masalah, hipotesis, dan variabel merupakan bagian yang saling berkaitan. Perhatikan alur berikut.

1
Rumusan masalah

Apa yang ingin diketahui melalui penelitian?

2
Hipotesis

Apa dugaan sementara tentang jawaban pertanyaan tersebut?

3
Variabel penelitian

Faktor apa yang diubah, diamati, dan dijaga tetap sama untuk menguji dugaan tersebut?

Ketiganya harus sesuai. Jangan sampai rumusan masalah membahas satu hal, tetapi hipotesis dan variabel justru membahas hal yang berbeda.

06 Sekarang Giliran Kalian: Terapkan pada Proyek TEI

Kalian telah mempelajari cara menyusun rumusan masalah, hipotesis, dan variabel melalui contoh penelitian kacang hijau. Sekarang, gunakan pengetahuan tersebut untuk mempersiapkan proyek kelompok kalian.

Proyek kelompok TEI
Pengaruh Warna Wadah terhadap Kenaikan Suhu Air

Dalam proyek ini, kalian akan menyelidiki apakah perbedaan warna wadah berpengaruh terhadap kenaikan suhu air setelah wadah diletakkan di bawah sinar matahari.

Pertanyaan pemantik

  • Apakah warna wadah dapat memengaruhi suhu air di dalamnya?
  • Jika beberapa wadah berisi air diletakkan di bawah sinar matahari, apakah kenaikan suhu airnya akan sama?
  • Bagaimana cara membuktikan pengaruh warna wadah terhadap kenaikan suhu air?
Tugas Kelompok: Susun Rancangan Awal Penelitian

Diskusikan bersama anggota kelompok, kemudian tuliskan hasilnya pada LKPD atau buku kerja kelompok.

A. Rumusan Masalah

  1. Identifikasi hal yang ingin kalian ketahui dari proyek ini.
  2. Susun satu pertanyaan penelitian yang jelas dan dapat dibuktikan melalui percobaan.

B. Hipotesis

  1. Diskusikan dugaan kalian tentang pengaruh warna wadah terhadap kenaikan suhu air.
  2. Tuliskan satu hipotesis yang sesuai dengan rumusan masalah.
  3. Jelaskan alasan yang mendasari dugaan tersebut.

C. Variabel Penelitian

  1. Tentukan variabel bebas yang akan kalian ubah.
  2. Tentukan variabel terikat yang akan kalian ukur atau amati.
  3. Tentukan faktor-faktor yang harus dibuat sama selama percobaan.

Tabel Hasil Diskusi Kelompok

Komponen Hasil Diskusi Kelompok
Rumusan masalah ........................................................................
Hipotesis ........................................................................
Alasan hipotesis ........................................................................
Variabel bebas ........................................................................
Variabel terikat ........................................................................
Variabel kontrol ........................................................................

07 Periksa Kembali Hasil Kelompok

Sebelum mengumpulkan hasil diskusi, pastikan kelompok kalian sudah memperhatikan hal-hal berikut.

  • Rumusan masalah berbentuk pertanyaan yang jelas.
  • Rumusan masalah sesuai dengan topik proyek.
  • Hipotesis merupakan dugaan yang dapat diuji.
  • Hipotesis menjawab rumusan masalah.
  • Variabel bebas menunjukkan faktor yang sengaja dibedakan.
  • Variabel terikat menunjukkan hasil yang akan diukur.
  • Variabel kontrol menunjukkan faktor yang perlu dibuat sama.
Ingat!

Rumusan masalah, hipotesis, dan variabel yang kalian buat merupakan rancangan awal. Hasilnya masih dapat didiskusikan dan diperbaiki bersama guru sebelum percobaan dilaksanakan.

Penelitian yang baik bukan hanya memiliki dugaan, tetapi juga memiliki cara yang tepat untuk membuktikan dugaan tersebut.

Paling sering dilihat

PROYEK 2 IPAS TEI: MELAKUKAN PERCOBAAN DAN MENGAMBIL DATA

Tahap 5 - Melakukan Percobaan dan Mengambil Data PROYEK 2 • TAHAP 5 Melakukan Percobaan, Mengambil dan Menyajikan ...