Melakukan Percobaan, Mengambil dan Menyajikan Data
Saatnya menguji rancangan penelitian yang telah kalian buat. Lakukan percobaan dengan teliti, ukur suhu secara benar, dan catat setiap hasil pengamatan agar dapat dianalisis.
Penelitian bukan sekadar melakukan percobaan
Pada tahap sebelumnya, kelompok kalian telah menyusun rencana penelitian tentang pengaruh warna wadah terhadap kenaikan suhu air. Kalian telah menentukan alat dan bahan, menyusun prosedur, membagi tugas, serta membuat jadwal kegiatan.
Sekarang, rancangan tersebut akan dilaksanakan. Kalian perlu memastikan bahwa setiap langkah dilakukan sesuai rencana dan setiap hasil pengukuran dicatat dengan benar.
Sebelum percobaan dimulai, periksa kesiapan kelompokmu
Jangan terburu-buru melakukan percobaan. Luangkan waktu untuk memastikan seluruh kebutuhan penelitian sudah siap.
Contoh: wadah, air, termometer, gelas ukur, label, alat tulis, dan stopwatch.
Pastikan kelompok mengetahui apa yang harus dilakukan dari awal hingga akhir.
Misalnya petugas mengukur suhu, mencatat waktu, mencatat data, dan mendokumentasikan kegiatan.
Pastikan semua wadah mendapatkan kondisi penyinaran yang sebanding.
Pastikan tersedia tempat untuk mencatat suhu awal dan suhu pada setiap interval waktu.
Gunakan alat dengan hati-hati dan ikuti arahan guru selama percobaan.
Melakukan percobaan dengan benar
Laksanakan percobaan sesuai prosedur yang telah disepakati. Berikut hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam proyek kalian.
Beri tanda pada setiap wadah sesuai warnanya, misalnya hitam, putih, dan transparan. Pastikan label mudah dikenali.
Gunakan alat ukur untuk memastikan setiap wadah berisi air dengan volume yang sama. Ukur dan catat suhu awal air sebelum wadah diletakkan di bawah sinar matahari.
Tempatkan semua wadah secara berdampingan di lokasi yang mendapatkan sinar matahari. Usahakan waktu mulai dan kondisi penyinarannya sama.
Lakukan pengukuran sesuai jadwal, misalnya setiap 5 menit selama 30 menit. Gunakan termometer yang sama dan cara pengukuran yang konsisten.
Tuliskan angka yang benar-benar ditunjukkan termometer. Jangan mengandalkan ingatan atau menunda pencatatan sampai percobaan selesai.
Setelah pengukuran selesai, periksa kembali apakah semua wadah telah diukur pada setiap interval waktu dan tidak ada data yang terlewat.
Bagaimana cara mengambil data dengan benar?
Hasil penelitian sangat bergantung pada ketelitian saat melakukan pengukuran. Perhatikan beberapa hal berikut.
A. Gunakan termometer dengan cara yang tepat
- Pastikan termometer dapat digunakan dan menunjukkan angka dengan jelas.
- Masukkan bagian sensor termometer ke dalam air sesuai petunjuk penggunaannya.
- Jangan sampai sensor menyentuh dasar atau dinding wadah.
- Tunggu hingga angka pada termometer stabil sebelum mencatat hasilnya.
- Gunakan termometer dan cara pengukuran yang sama untuk semua wadah.
B. Lakukan pengukuran pada waktu yang telah ditentukan
Jika kelompok menetapkan pengukuran setiap 5 menit, maka semua wadah harus diukur pada interval yang sama. Jangan mengukur wadah pertama pada menit ke-5, tetapi wadah lainnya pada menit ke-7 atau ke-8.
C. Jaga agar kondisi percobaan tetap sebanding
- Gunakan volume air yang sama.
- Gunakan wadah dengan bahan, bentuk, dan ukuran yang sama jika memungkinkan.
- Pastikan semua wadah diletakkan pada lokasi penyinaran yang sama.
- Mulai percobaan pada waktu yang sama.
- Jangan mengubah prosedur di tengah percobaan tanpa mencatat perubahan tersebut.
Menyajikan hasil pengamatan dalam tabel
Setelah melakukan pengukuran, kalian akan memperoleh sejumlah angka. Angka-angka tersebut perlu disusun secara teratur agar mudah dibaca, dibandingkan, dan dianalisis.
Salah satu cara menyajikan data hasil penelitian adalah menggunakan tabel pengamatan.
Apa ciri tabel pengamatan yang baik?
- Memiliki judul yang menjelaskan isi tabel.
- Memiliki nama kolom yang jelas.
- Mencantumkan satuan pengukuran, misalnya °C dan menit.
- Data disusun secara teratur dan mudah dibandingkan.
- Angka ditulis sesuai hasil pengukuran sebenarnya.
- Tidak ada kolom atau baris yang membingungkan pembaca.
Hasil Pengamatan Perubahan Suhu Air pada Wadah dengan Warna Berbeda
Contoh berikut hanya untuk menunjukkan cara menyusun tabel. Angka-angka bukan hasil penelitian yang harus kalian ikuti.
| Warna Wadah | Suhu Awal (°C) | Suhu Air pada Menit ke- (°C) | Suhu Akhir (°C) | Kenaikan Suhu (°C) | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 5 | 10 | 15 | 20 | ||||
| Hitam | 27 | 29 | 31 | 33 | 35 | 35 | 8 |
| Putih | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 31 | 4 |
| Transparan | 27 | 28 | 30 | 31 | 32 | 32 | 5 |
Catatan: Contoh tabel di atas menggunakan pengukuran sampai menit ke-20. Jika kelompok kalian melakukan pengukuran sampai menit ke-30, tambahkan kolom menit ke-25 dan menit ke-30.
Mengapa tabel perlu disusun seperti itu?
Dengan susunan tersebut, pembaca dapat melihat suhu awal, membandingkan perubahan suhu pada setiap waktu, dan mengetahui kenaikan suhu masing-masing wadah. Data juga lebih mudah digunakan untuk membuat grafik dan mengambil kesimpulan.
Mencatat suhu awal, suhu akhir, dan kenaikan suhu
Dalam proyek ini, kalian tidak hanya perlu mengetahui suhu akhir air. Kalian juga perlu mengetahui seberapa besar perubahan suhu yang terjadi selama percobaan.
Suhu awal air = 27°C
Suhu akhir air = 35°C
Kenaikan suhu = 35°C − 27°C
Kenaikan suhu = 8°C
Dengan menghitung kenaikan suhu, kalian dapat membandingkan perubahan suhu air pada wadah hitam, putih, dan transparan, meskipun suhu awalnya tidak persis sama.
Hal yang harus dikumpulkan
Setelah percobaan selesai, pastikan kelompok kalian memiliki bukti kegiatan dan data yang lengkap.
- Dokumentasi kegiatan percobaan.
- Tabel hasil pengamatan yang telah diisi lengkap.
- Catatan jika terjadi kendala atau perubahan prosedur.
- Perhitungan kenaikan suhu setiap wadah.
Simpan data dengan baik karena data tersebut akan digunakan pada tahap berikutnya, yaitu menganalisis data dan mengambil kesimpulan.