Sabtu, 26 November 2022

Pelatihan Mandiri, Cara Mudah Menjadi Guru Pintar



Di postingan kali ini saya ingin membagikan pengalaman mengikuti pelatihan mandiri di platform merdeka mengajar kemendikbud. Saya mengenal platform merdeka mengajar ini sebetulnya sudah agak lama. Dari berselancar ke sana kemari, dari informasi yang berseliweran dan dari pelatihan online yang saya ikuti. 

Sebagai guru, wajib mengenal dan memanfaatkan platform ini ya. Di sana banyak fitur yang harus dimanfaatkan guru karena menjawab kebutuhan guru. Salah satunya adalah pelatihan mandiri. Ya, sesuai namanya, fitur ini menyiapkan pelatihan yang bisa dikerjakan secara mandiri oleh guru. 

Kamis, 24 November 2022

Alt + Enter

Judul tulisan kali ini mungkin terkesan aneh. Mengapa jadi shortcut dijadikan judul. Iya, karena shortcut ini sangat penting. Dengan menuliskannya sebagai judul saya berharap suatu ketika bila saya membutuhkan bisa menemukannya dengan mudah. 

Jadi begini, aplikasi pengolah kata dan pengolah angka yang sering kita pakai adalah word dan excel. Iya dong. Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Orang yang terbiasa menggunakan word akan menggunakan aplikasi ini untuk berbagai keperluan yang ada hubungannya dengan olah mengolah kata. Tapi aplikasi ini terbatas dalam pengolahan angka. Sedangkan excel lebih mudah pada pengolahan angka yang biasanya membutuhkan rumus. Banyak sih keuntungan dari aplikasi pengolah angka ini. Selain kelebihannya dalam penggunaan rumus, di aplikasi ini juga dapat insert link. Banyak deh pokoknya. 

Tapi masalahnya, mengedit kata di  sel Excel ini sulit. Setidaknya itulah yang saya rasakan. Kesulitan besar yang saya alami adalah membuat baris kosong dalam satu sel. Dari dulu masih belum menemukan. 

Nah ketika harus mengerjakan tugas yang dikerjakan dengan Excel jadinya repot. Sudah hampir putus asa, awalnya. Sudahlah dikerjakan di word saja. 

Tapi kemudian narasumber memberi jurus jitu. Ada lo ternyata shortcut untuk itu. Yaitu alt + center 

Selasa, 01 November 2022

Peringatan Hari Ini: Berpikir Kritis

Orang cerdas adalah mereka yang tahu kebaikan kemudian mengamalkannya meskipun hanya 10%. (Kyai Anang Muhsin-radio mayangkara: 1 Nopember 2022) 

Beliau mengutip salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al Hadad (semoga pendengaran saya benar). Saya tidak tahu bagaimana naskah aslinya karena bercampur dengan bahasa Arab. Saya juga tidak tahu kitab apa yang sedang disampaikan. Dan karena selalu mendengarkannya sambil beraktifitas maka jadilah yang masuk telinga juga sepotong-potong. 

Ada yang menarik dari yang disampaikan Kyai Anang hari ini. Diantaranya begini: 

Selasa, 18 Oktober 2022

 


Tetiba saya ingat buku yang pernah saya baca beberapa tahun yang lalu. Judulnya 7 keajaiban rejeki. Karya pengarang kondang Ipho Santosa. Hah... saya memang pernah menggandrungi buku-buku motivasi. Saya pernah berada di fase yang dalam sekali. Saya merasa berada pada kondisi yang kurang menyenangkan. Saat itu, antara fakta dan mimpi sangat berjarak. Antara keinginan dan kenyataan seperti dua arah yang bertolak belakang. Saya merasa sudah berjalan jauh tetapi titik tujuan juga semakin jauh. 

Karena saya memang suka membaca, maka bukulah yang menemani saya melewati masa-masa itu. Dari buku-buku elektronik yang bertebaran di internet, buku-buku perpustakaan, buku-buku pinjaman dan sekali waktu bila saya punya uang saya membeli buku. Salah satu buku yang saya beli ya itu tadi, 7 Keajaiban Rejeki. 

Mudah ditebak bagaimana kondisi yang saya alami dari buku bacaan saya kan. Ha... ha.... 

7 Keajaiban Rejeki, berarti ada 7 pembahasan dalam buku itu, disebutnya keajaiban 1, keajaiban 2, keajaiban 3 dan seterusnya. Ini adalah ketujuhnya,

Dalam pembahasan di buku itu ada istilah lingkar keluarga. Kata Ipho dalam bukunya, antara kita dan orang-orang di sekitar kita itu ada buhul atau tali yang saling menghubungkan. Bila impian-impian kita selaras dengan impian orang-orang disekitar kita maka impian kita menjadi lebih "bersayap". Lebih mudah terbang. Melangit! sehingga lebih mudah mencapai kepada Sang pengabul mimpi. 

Siapa saja yang termasuk lingkar keluarga? Orangtua. Ayah dan Ibu. Pasangan. Suami atau istri. Anak-anak kita. Teman dan sahabat kita, guru-guru atau murid-murid kita. Setiap kita tentu secara sadar atau tidak sadar akan senantiasa melantunkan doa. Ya kan. Ya Allah semoga hari ini cuaca cerah, Ya Allah semoga perjalanan saya ke tempat kerja lancar, Ya Allah semoga dagangan saya laris, Ya Allah semoga nilai ujianku bagus, Ya Allah semoga urusanku lancar dan lain sebagainya. Doa itu kita lantunkan setiap saat apakah kita dalam keadaan beribadah (sholat, dzikir atau yang lain) atau di luar ibadah. Baik yang terucap maupun yang hanya tersimpan dalam hati. Doa itu akan otomatis terucap oleh kita untuk orang-orang yang sudah mengena dalam dalam hati kita. Begini nih contohnya. Suatu hari kita kehabisan minuman. Hauuuus sekali. Eh tetiba ada orang yang memberi kita minum. Seneng donk ya. Nah saat itulah orang yang memberi minuman itu ngena  dihati kita. Banyak orang otomatis melantunkan doa tanpa diminta. Ya Allah baik banget nih orang. Semoga rejekinya dilancarkan. 

Itulah sebabnya mengapa kita harus menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita. Karena secara tidak langsung kita menanam sesuatu yang akan membuahkan doa mereka. Semakin banyak kita menanam, tentu akan semakin banyak pula yang akan kita panen. Dari sini, paham kan mengapa kita harus menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita. 

Membaca buku, adalah cara saya untuk menasehati diri. Perlu ya kita menasehati diri sendiri. Ya perlulah. Karena sedari masih remaja saya sudah kehilangan ibu. Dalam perjalanan hidup pun saya lebih banyak di luar rumah. Pertemuan dengan para penasehatpun jarang terjadi pada saya. Selain itu  kadang-kadang yang saya rasakan antara menasehati dan membully itu beda-beda tipis. (adakah yang mempunyai perasaan yang sama dengan saya dalam hal ini). Nah kalau membaca beda nih. Pesan baik yang disampaikan pengarang bisa sampai tanpa menyentuh harga diri saya. Itu yang saya suka. 

Selain itu membaca buku juga cara saya untuk memotivasi diri. Kalau saya sedang drop  dan saya butuh sesuatu untuk bangkit kembali, seringkali sesuatu itu saya peroleh dari buku. Selain itu buku seringkali mengasah kemampuan saya dalam menganalisis sesuatu. Memikirkan masalah dari berbagai sudut pandang, mengelompokkan dan membandingkan akan memperkaya pemahaman. Itu semua sangat bermanfaat dalam pengambilan keputusan. 


Lokakarya 7 PGP Angkatan 4

Hari ini, Senin tanggal 17 Oktober tahun 2022 bertempat di aula Garuda dinas pendidikan kabupaten Blitar digelar lokakarya pendidikan Guru penggerak (PGP) angkatan 4. Acara ini dihadiri oleh Bupati Blitar, Kadis Pendidikan Kabupaten Blitar, Pengawas pembina, Kepala Sekolah, berbagai perwakilan Komunitas dan Calon Guru Penggerak sebagai penyelenggara.  
Pembawa acara menyebut kegiatan ini sebagai panen hasil karya. Gedung garuda didesain menjadi stand-stand mengelilingi ruangan yang menyajikan berbagai karya guru penggerak yang sudah mendapat pendidikan selama kuranglebih satu tahunan. Isi stand-nya bermacam-macam. Semuanya merupakan karya nyata yang dilakukan guru penggerak sebagai implementasi dari apa yang sudah diperolehnya. Ada buku karya guru, karya siswa, jurnal kegiatan, video, produk kreatif dan lain sebagainya. Benar sih kalau disebut panen, karena memang ya banyak sekali. 
  
Acara ini diadakan oleh balai besar guru penggerak Jawa Timur. Kegiatannya meliputi penyampaian praktek baik dari calon guru penggerak yang sudah diterapkan di satuan pendidikannya. Selain karya yang dikemas dalam bentuk pameran karya nyata, kegiatan ini  juga diisi dengan pemaparan praktek baik oleh 3 orang guru penggerak. Masing-masing dari SD-Paud, SMP dan SMA. Tampaknya ini mewakili jenjang satuan pendidikan. 

Paparan pertama dari guru PAUD yang menyampaikan Sampah tabunganku. Diceritakan bagaimana guru ini memberikan pembelajaran kepada muridnya untuk mengelola sampah bekerja sama dengan orangtua murid. 

Paparan kedua dari guru SMPN 1 Panggungrejo tentang jurnalistik kepramukaan. Bagaimana guru ini memantik potensi jurnalistik siswa melalui kegiatan ekstra kepramukaan. Hasilnya keren. Siswa binaannya dapat menghasilkan produk jurnalistik berupa video reportase. 

Pemapar ketiga dari SMAN 1 Sutojayan.  CGP ini memaparkan praktek baik tentang SMA double track. SMA rasa SMK! Statemen ini yang disampaikan di awal paparan. Program ini dilandasi pemikiran bahwa siswa di tempatnya mengajar banyak yang tidak melanjutkan. Tentu ini tidak sesuai dengan tujuan awal, dimana lulusan SMA dipersiapkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi harus dibekali dengan ketrampilan.Itu sebabnya dibuatlah  kegiatan   dalam program double track seperti pembuatan sabun cuci piring, desain grafis, pembuatan kompos dari serbuk gergaji, boga, busana dan kriya kayu. 

Berikut foto stand stand yang ada di gedung garuda. 
Keren ya. Sangat menginspirasi. 




Paling sering dilihat

Nah Kan! Ternyata Aku Salah Menilai Tubuhku

Salah satu masalah yang aku hadapi sebagai seorang penderita diabetes adalah  mengatasi rasa lapar.   Mungkin karena kebiasaan m...