Kamis, 04 Juni 2026

Pekan Ujian No Drama

Pekan ujian akhir tiba. Semua penilaian sumatif akan segera direkap untuk dilaporkan kepada siswa dan wali siswa. 

Di setiap jenjang pendidikan, pekan penilaian ini menjadi momen penting bagi semuanya. Bagi siswa, karena diujung semester ini mereka akan mendapatkan informasi tentang capaiannya. Bagi guru, pekan ini adalah pekan tersibuknya. Menyiapkan instrumen penilaian akhir, merekap nilai, mengecek tugas dan siap-siap menghadapi drama terheboh di sepanjang tahun. 

Ya drama di mulai di titik ini. Ketika guru mengumumkan tagihan-tagihan yang masih belum diselesaikan siswa tetapi mendapatkan pengabaian. Gurunya bersemangat untuk memberikan tugas tambahan, ujian susulan bagi yang belum melakukan, tetapi siswanya adem ayem. Ini seperti jatuh cinta yang bertepuk sebelah tangan. Guru membuat list siswa yang nilainya masih kurang dari standar, menginformasikan ke wali kelas yang dilanjutkan ke grup kelas. Biasanya tidak mendapat respon sesuai harapan. Siswa dihubungi melalui WA diminta untuk melengkapi tanggungan tidak merespon, siswa dipanggil hanya tersenyum dan bilang iya tapi tidak melakukan apapun, wali kelas menghubungi orangtua dengan harapan ada motivasi dari orangtua tetapi tidak juga berhasil. Kalaupun ada siswa yang merespon dan mau mengerjakan tugas tambahan, biasanya nilai tidak semakin baik melainkan semakin buruk.

Deadline semakin dekat dan guru semakin stress. Nilai belum masuk sempurna sementara wali kelas sudah melancarkan serangan WA bertubi-tubi karena masa cetak rapot semakin dekat. 

Sebagai guru saya pernah mengalami seperti itu.  Tapi alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi. Tidak ada drama. Siswa bertanggungjawab terhadap nilainya dan dengan rela hati memperbaiki bila merasa nilainya kurang. Saya menemukan cara untuk menghilangkan semua drama yang selama ini cukup bikin pusing. 

Saya menggunakan aplikasi sejuta umat, spreedsheet. Saya membuat daftar nilai dalam satu file. Satu kelas satu file. Di file itu terdiri beberapa sheet, yaitu: master, rekat dan sheet daftar nilai setiap topik atau setiap aspek yang dinilai. Dalam penilaian tersebut juga saya sertakan  proses dan hal apa saja yang menjadi bagian penilaian. 

Selanjutnya, saya sematkan link daftar nilai tersebut di deskripsi grup mapel. Tentu saja saya mengatur agar daftar nilai hanya bisa dilihat oleh siapa saja yang mengaksesnya. Dengan menyematkan link di deskripsi grup, siswa dapat melihatnya setiap saat. Mereka tidak lagi menduga-duga  dari mana asal usul nilai mereka. Semua dibuat transparan dan setiap nilai bisa dipertanggungjawabkan.  

Sheet rekap dihubungkan dengan sheet-sheet daftar nilai. Hal ini memudahkan siswa untuk melihat rekapitulasi nilai mereka dan juga menelusuri apa penyebabnya. Mungkin karena setiap siswa dapat melihat nilai kelas maka mereka tahu posisi mereka diantara teman-temannya. Ada yang tidak peduli berapa nilai mereka tetapi tidak sedikit siswa yang termotivasi untuk mendapat capaian seperti temannya atau bahkan bisa melampauinya. Daftar nilai ini dapat diakses sejak awal semester, yaitu diawal kegiatan belajar. Sehingga  mereka tahu persis apa saja yang dinilai dan bagaimana cara mereka mendapatkannya. Setiap siswa bebas memilih berapa nilai yang akan dicapai. Bila mereka memilih nilai bagus maka mereka tahu kompetensi apa yang harus dikuatkan. Semuanya transparan. Setiap siswa boleh mengklarifikasi bila mereka rasa nilainya tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. 

Dampaknya luar biasa. beberapa pesan masuk untuk menanyakan terkait nilai mereka. 

"Bu, saya sudah memperbaiki LKPD 1, tapi nilai masih tetap. Apakah saya melakukan kesalahan?"

"Bu saya sudah upload tugas tapi nilai masih kosong?"

"Bu mengingatkan, akses tugas sudah saya buka"

"Bu saya ingin memperbaiki nilai, kapan ibu ada waktu?" 

Dan masih banyak lagi pesan serupa yang masuk ke WA melalui jalur pribadi. Saya bisa merasakan semangat mereka. Mungkin mereka tidak sepenuhnya peduli bertanggungjawab terhadap tugas mereka. MUngkin semua itu mereka lakukan agar tidak terlihat kurang di mata teman-temannya. Mungkin juga karena kebetulan tahun ini saya mengajar di kelas-kelas yang manis.

Tetapi satu hal yang pasti, tidak ada drama merayu siswa agar mau menyelesaikan tugasnya. Tidak juga harus melibatkan wali kelas, guru BK atau orangtua siswa. Semua terlewati dengan indah. 

Ibarat sebuah permainan, setiap pemain memang harus paham bagaimana permaian ini dijalankan. Bagaimana aturan mainnya dan apa saja yang dapat dilakukan pemain untuk mendapatkan skor terbaik.

Kalau dipikir-pikir yang membuat seorang pemain bersemangat untuk berjuang adalah reward yang dia peroleh ketika ia melakukan sesuatu. Sementara capaian mereka sangat bergantung pada strategi yang digunakan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paling sering dilihat

Pekan Ujian No Drama

Pekan ujian akhir tiba. Semua penilaian sumatif akan segera direkap untuk dilaporkan kepada siswa dan wali siswa.  Di setiap jenjang pendidi...