Selasa, 31 Desember 2024

Mengapa Harus Benci


Kali ini tentang benci. Seperti judul tulisan ini. Pertama kita pahami dulu apa sebenarnya pengertian dari kata ini. Kalau dari kamus besar bahasa Indonesia online, benci itu merujuk pada perasaan tidak suka. Sangat tidak suka. Kalau dari gemini, benci itu rasa penolakan emosional yang diikuti dengan kedengkian dan permusuhan. Intinya, benci itu adalah sesuatu yang negatif. Berhubungan dengan perasaan terhadap sesuatu atau seseorang. Kalau perasaan ini menghampiri kita, maka bawaannya kita tidak suka atau emosi kita menolaknya. Tidak ingin berdekatan. Tidak ingin berurusan dan semuanya terlihat buruk dan salah. 

Ada 3 alasan seseorang membenci kita atau sebaliknya. Alasan pertama adalah karena merasa menjadi ancaman. Si Fulan  membenci si Fulin karena merasa si Fulin adalah ancaman. Mungkin karena si Fulin mengetahui kebusukannya, mungkin karena si Fulan merasa si Fulin berpeluang untuk mengambil alih kedudukannya, mungkin keberadaan si Fulin  membuat  keuntungan-keuntungannya berkurang.

Alasan kedua adalah karena seseorang membenci dirinya. Membenci dirinya kok bisa jadi membenci orang lain sih. Rasa tidak puas terhadap diri sendiri disebabkan karena merasa dirinya tidak mampu mencapai apa yang diinginkan. Sebetul dalam lubuk hatinya yang dalam ia merasa lemah dan dia tidak bisa menerima kelemahannya. Dengan kata lain menyadari dirinya lemah tapi menolak bahwa ia lemah. Untuk itu harus ada aktor lain yang harus menjadi kambing hitamnya. Dengan kata lain orang membenci orang lain bisa jadi karena ia mencari kambing hitam untuk meluapkan kekecewaan terhadap diri sendiri. 

Alasan ketiga adalah karena si pembenci ini ingin berada di posisi orang yang dibenci. Ini berkaitan dengan penyakit hati yaitu iri dengki. Ada orang yang terlihat lebih beruntung membuat si pembenci ingin berada di posisi orang yang dibenci. Artinya ingin beruntung sebagaimana beruntungnya orang yang dibenci. Memang melihat orang lain lebih baik, lebih baik dari ini memunculkan rasa ingin seperti mereka. Rasa ini naluriah menurut saya. Siapa yang tidak ingin bahagia? Saya semua orang normal pasti ingin bahagia. Hanya saja setiap kita menerima kondisi yang seringkali berbeda dengan apa yang kita harapkan. Bila kita tidak bisa mengendalikan perasaan ini, maka jatuhnya adalah timbul rasa benci. 

Kebencian itu bisa menghinggapi siapa saja. Saya, Anda dan juga siapa saja. Dengan mengetahui alasan mengapa rasa itu muncul, kita bisa mawas diri. Masih pentingkah kita membenci orang lain? Ketiga alasan itu menunjukkan bahwa pemicu rasa benci adalah masalah internal. Masalah kita dengan diri sendiri. Rasa benci menunjukkan bahwa kita tidak bahagia. 

Maka bila rasa itu muncul, kita perlu bertanya, ada apa dengan diri saya? 

Rabu, 18 Desember 2024

Siapa Kita?


Bisa jadi judul tulisan saya hari ini terdengar konyol ya. Masa iya gak tahu siapa kita. Eh tapi beneran lo, kita bisa saja seperti mengenal diri kita dengan baik padahal tidak. Pernah nggak kalian bertanya pada diri sendiri tentang apa saja yang membuat kamu kecewa atau marah. Apa saja yang bikin kamu tenang bila sedang menghadapi masa-masa sulit. Nah kalau kalian tidak tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu berarti berarti kalian belum kenal baik siapa diri kalian. 

Di tulisan ini kali ini, yuk kita melakukan refleksi diri. Kita coba mengenali diri kita apakah kita termasuk orang-orang toxic atau bukan. Bila kita termasuk orang-orang toxic, bayangkan betapa tidak nyamannya orang yang berteman dengan kita dan itu mungkin menjadi penyebab mengapa kita tidak bisa diterima oleh orang-orang di sekitar kita. Juga bisa menjadi penyebab kita sulit berkomunikasi dengan orang lain. Bawaannya ribut mulu. 

Disini ada 5 type manusia toxic. Mari kita lihat satu per satu. 

Pertama disebut Judgement people Yaitu orang yang menghakimi orang lain tanpa tahu masalahnya. Dalam bahasa sederhananya tukang maido. Orang lain gak ada benernya. Apa saja yang dilakukan orang lain salah. Di posisi lawan orang seperti ini memuakkan. Dia melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya dia sendiri. Kalau gak sama dengannya semua salah. Padahal setiap orang mempunyai cara pandang yang beda loh. Situasi dan kondisi beda akan membuat penyelesaian yang beda juga. Lagian kalau dipikir apa urusannya dengan kita. Kalau masalah itu tidak ada hubungannya dengan kita ya biarkan saja. 

Kedua adalah the narcissist. Googling deh. Manusia type ini merasa diri paling baik dan cenderung mengagumi diri sendiri secara berlebih. Kalau dalam pembicaraan selalu menempatkan dirinya sebagai contoh yang baik. Tersinggung bila orang lain mengabaikan. Marah kalau orang lain tidak memperhatikan. Ingin menjadi pusat perhatian. Suka dipuji dan merasa harus banget menerima pujian. Sering membayangkan diri sendiri sukses, terkenal dan menarik. 

Ketiga, biang gossip yaitu orang yang hobi menceritakan keburukan orang lain. Ini hobi ya, di manapun berada selalu bergosip, menguliti orang keburukan orang lain. Ini bahaya ini. Setiap orang kayak nya mudah terjebak di sini. Tapi yah tahan-tahan lah. Jangan keterusan. Nanti jadi candu dan membuat orang merasa terancam dan akan menjauhi kita. Mereka ogah menjadi korban gossip kita. 

Keempat, Fake people. Dalam bahasa sederhananya orang yang tidak tulus dalam berteman. Diluar apa di belakang apa. Di depan bagaimana di belakang bagaimana. Saat berhadapan sikapnya manis, baik tapi saat di belakang ngedumel. Manusia type seperti ini kalau ngomong disesuaikan dengan siapa yang dihadapinya. Bisa dibilang seperti bunglon. Yang seperti ini tak kalah menyebalkan dan merusak persahabatan. 

Kelima, playing victim. Manusia type ini selalu menempatkan dirinya sebagai korban dan selalu mencari kambing hitam agar tidak disalahkan. Tidak merasa bersalah dan enggan minta maaf bahkan saat dirinya bersalah. Kalau ada masalah kecil dibesar-besarkan sehingga terjadi kehebohan. Tidak fokus pada penyelesaian masalah tetapi berkutat mencari penyebab masalah. Selalu mengeluh karena merasa selalu mengalami hal hal buruk. 

Tulisan ini bukan ditujukan untuk orang lain tetapi untuk diri sendiri. Untuk yang menulis dan untuk yang membaca. Ini adalah cara untuk mengenali diri. Siapa kita? Apa yang membuat kita marah, gelisah, kecewa dan bagaimana membuatnya tenang dan nyaman.

Menyakiti orang lain sama saja dengan menyakiti diri sendiri. Secara fitroh manusia itu baik dan hatinya cenderung pada hal-hal baik. Ketika kita melakukan satu kesalahan, pasti hati kita gelisah. Dan itu adalah alarm, pengingat kita untuk melakukan refleksi diri dan kembali ke jalan yang benar. Sayangnya hati kita sering tidak peka dengan alarm itu sehingga tanpa kita sadari kita nabrak sana nabrak sini. Bukan kedamaian yang kita dapatkan melainkan semakin terpuruk. 

Bila kita menyandang salah satu, salah dua, salah tiga atau bahkan semuanya dari type-type manusia di atas tugas kita cuma satu yaitu menerimanya dengan segala kesadaran dan berusaha untuk meninggalkannya. 

Sabtu, 14 Desember 2024

Mari menjadi Pribadi yang lebih baik

 

Hari ini tanggalnya cantik. Banyak huruf 2 nya. Tanggal 12 bulan 12 tahun 2024. Penghujung tahun, dimana semua hal akan diakhiri, ditutup bukunya dan dibuka lembaran baru. Sebelum semuanya berakhir, yuk kita renungi pengingat kita hari ini untuk menjadi lebih baik. Karena sebaik-baik orang adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin dan besuk lebih baik dari hari ini. Ya kan

Yes kita mulai dengan pesan pertama nih. Menyadari bahwa tidak semua yang kita alami dan kita pikirkan harus diketahui orang lain. Artinya kita tidak perlu membukanya kepada orang lain. Orang lain juga sudah cukup sibuk dengan urusan mereka sehingga jangan kita menambahinya dengan urusan kita. Bila mood sedang baik, mereka akan respec dengan kita, tapi bila suatu ketika ada sesuatu dengan hubungan kita, bersiaplah semua yang kita buka itu akan menjadi belati yang menikam kita. 

Pengingat kedua, jangan memaksakan kehendak kepada orang lain karena setiap orang itu berbeda cara berpikirnya. Yang kita pikirkan baik belum tentu mereka pikir itu baik. Demikian juga sebaliknya. Jadi stop memaksakan kehendak. Stop menghakimi. Sama seperti kita yang tidak ingin diperlakukan seperti itu. 

Lebih banyak mendengar dari pada di dengar. Diamlah pada saat orang lain sedang berbicara. Tahan diri untuk tidak menyela. Lebih banyak mendengar berarti akan lebih banyak hal yang kita ketahui. Tambah ilmu dan semoga bertambah hikmah yang kita peroleh. 

Tidak perlu mencari validasi orang lain tentang kualitas diri kita. Artinya tidak usah menunggu orang lain berkata "Ok kamu orang baik" untuk menjadi baik. Hal itu akan membuat kita menjadi boneka. Bisa jadi mereka mengatakan kita baik karena ada sesuatu yang diinginkan dari kita. Bisa jadi orang mengatakan kita baik karena sungkan atau hanya untuk menyenangkan kita. Bisa jadi orang mengatakan kita baik agar kita juga mengira mereka baik. Ah singkat kata, untuk menjadi orang baik tidak harus mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain. Fokus saja dengan upaya memperbaiki diri. 

Karena cara berpikir setiap orang berbeda maka kita perlu belajar. Buka hati dan diri kita terhadap cara pandang orang lain. Mungkin cara berpikir mereka terlewatkan oleh kita dan itu memunculkan solusi yang lebih baik. Allah menurunkan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki. Bila Allah berkehandak kita menjadi orang baik, maka Dia akan mempertemukan kita dengan orang-orang hebat dimana kita bisa belajar dari mereka. Yuk terus belajar, bertumbuh dan memperluas wawasan. 

Konsisten dan disiplin. Jangan merasa OK hanya membuat status quote saja, membaca dan kemudian meninggalkannya. Atau mengingat-ingat tetapi tidak menerapkannya. Jangan! Bila itu terjadi kamu terjebak dengan keberhasilan yang tertunda. Buat quotes bijak OK tapi camkan dan action untuk melakukannya mulai sekarang.

Keputusan itu mutlak hak setiap orang. Kita harus mengambil keputusan untuk menjadi pribadi lebih baik. Meninggalkan apa-apa yang sekiranya menghambat kita menjadi lebih baik, tak peduli dengan pendapat orang lain tentang keputusan kita itu. Kalau ternyata keputusan kita salah, berhenti sejenak untuk merenungkan dan setelah itu membuat keputusan baru. Bila kita salah tinggal minta maaf. Bila kita berdosa tinggal bertobat. Bila kita jatuh tinggal bangkit dan kembali memulai langkah baru. Sederhana bukan. 

Semoga Allah memberikan petunjuk dan kekuatan untuk langkah-langkah kita selanjutnya  

Paling sering dilihat

Nah Kan! Ternyata Aku Salah Menilai Tubuhku

Salah satu masalah yang aku hadapi sebagai seorang penderita diabetes adalah  mengatasi rasa lapar.   Mungkin karena kebiasaan m...