Kamis, 13 Agustus 2020

Yang Baru : Cetak Kode Billing

 

Menjadi warga negara yang baik itu tidak telat bayar pajak. Kalau telat bayar pajak didenda. Nilai bayar yang tidak seberapa tapi kalau denda bayarnya selangit. Begitulah. Tapi selama menjawi WP belum pernah sih kena denda. Hampir saja, belum beneran di denda. 

Sudah tiga bulan ini terhitung sejak bulan Juni kami tidak bisa bayar pajak melalui Internet Banking. Masalahnya, kami tidak bisa mencetak billing. Biasanya sangat mudah. Begitu klik pembayaran dan memilih MPN, kami langsung masuk ke step cetak billing, setelah itu masuk step berikutnya, bayar pajak. Dan semuanya beres. Tidak perlu keluar rumah. Hanya klik dari ujung jempol saja. Betapa mudahnya. 

Selasa, 11 Agustus 2020

Belajar Edmodo


Diklat kali ini adalah tentang penggunaan learning managemen systim edmodo. LMS yang satu ini t mpiln antar mukanya seperti  media sosial facebook. Tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesia yang fesbuker, sampai-sampai dijadikan acara di salah satu stasiun tv. 

Pertemuan pertama adalah mengenal apa itu edmodo. Apa kelebihan dan kekurangannya. Pertemuan kedua membuat akun edmodo. Ada tiga jenis akun edmodo yaitu akun guru, akun siswa dan akun orangtua. Syarat untuk memiliki akun edmodo harus mempunyai email. Satu akun satu email. Jadi dalam pelatihan ini, peserta harus memiliki 3 email. 

Minggu, 09 Agustus 2020

Berita Baru Tentang Pembelajaran

 

Membuka blooger ada pemberitahuan bahwa blooger menerapkan tampilan antar muka baru secara otomatis. Jadi bersiaplah pangling. Ketika akan memposting tulisan, Anda akan bertemu dengan tombol-tombol yang asing. Sepertinya lebih familiar. Harus lebih sering menulis ini, agar terbiasa. 

Sabtu, 08 Agustus 2020

Tentang Pelatihan Daring Yang Harus Anda Ketahui



Sulitnya menjadi penyelenggara pelatihan. Itu kesan saya, setelah sekian kali mengikuti pelatihan baik daring maupun luring. Boleh dibilang saya memang penghobi ikut acara seperti seminar, workshop atau pelatihan. Sejak saya masih unyu-unyu alias masih sangat belia, saya sudah gemar mengikuti acara seperti itu. 

Entah mengapa, berada di antara peserta dari berbagai latar belakang dan menyimak sesuatu dari narasumber yang saya anggap memiliki kelebihan dalam hal pengetahuan selalu membuat saya memiliki semangat baru. 

Sejak masa pandemi tawaran mengikuti acara seperti webinar atau pelatihan daring silih berganti datang menghampiri media sosial saya. Hampir setiap hari. Tinggal pilih. Dari yang gratis sampai yang berbayar. 

Jumat, 31 Juli 2020

Ketika Hubungan Anak dan Orangtua Bermasalah


Mungkin banyak sekali ini terjadi, hubungan antara anak dan orangtua tidak harmonis. Saya, Anda dan banyak orang di luar sana. Padahal hidup kita ini seperti siklus. Kita pernah menjadi anak-anak, menjadi remaja, dewasa, orangtua muda, orangtua matang dan kembali menjadi anak-anak. Artinya kita mempunyai pengalaman bagaimana menjadi dia.

Anak menjadi musuh orangtua atau sebaliknya. Mengapa? Mungkin ini sudah menjadi garis takdir kehidupan. Bukankah sudah disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia akan diuji dengan ketakukatan, kelaparan, kehilangan harta dan keluarga. Jadi bila hubungan anak dan orangtua tidak harmonis itu artinya anak sedang menjadi ujian bagi orangtuanya dan atau sebaliknya. 

Permusuhan antara anak dan orangtua mungkin lebih tepatnya diberi istilah pertentangan saja. Kesannya agak lunak, meskipun maknanya sama. Pertentangan ini karena ada perbedaan pemikiran juga karena beda sudut pandang. Si anak berpikir sesuai nalarnya, orangtua juga. Setiap pihak merasa paling benar pendapatnya. Seperti dua orang yang melihat benda dua sisi dari arah yang berlawanan. Mereka mengatakan apa yang dilihatnya, bukan apa yang dilihat lawannya. Jadi sampai maut merenggutpun mereka tidak akan berkompromi. 

Semua orangtua ingin anaknya bahagia. Deal. 

Apakah berarti orangtua boleh diam dan membiarkan anak mencari kebahagiaannya sendiri?. Semestinya tidak. Karena anak-anak baru memaknai kebahagiaan itu dalam pemahaman jangka pendeknya. Malas yang dimaknai  membahagiakan itu karena mereka memang belum merasakan dampaknya malas. Jadi kasihan juga bila suatu ketika nanti si anak mengalami hal buruk akibat kemalasannya dan itu tidak bisa diulang kembali. 

Masalah itu bisa dijembatani dengan komunikasi. Komunikasi yang efektif, yang membuat kedua belah pihak memahami apa yang dimaksud lawannya. Maksudnya, si anak paham bagaimana jalan pikiran orangtuanya dan orangtuapun paham bagaimana jalan pikiran anaknya. 

Hebatnya, setiap orang berpeluang untuk mempengaruhi orang lain. Orangtua mempengaruhi anak atau sebaliknya. Mempengaruhi di sini berarti mengajak orang lain mengikuti jalan pikirannya. Ada yang bisa, ada pula yang gagal. 

Maka ketika orangtua yakin bahwa pendapatnya benar dan yakin hal itu akan membahagiakan anaknya, dia harus belajar dengan serius ilmu mempengaruhi. Tentu untuk mempengaruhi anaknya. 

Ada fakta yang sering diabaikan oleh orang gagal mempengaruhi orang lain, yaitu ketika tidak ada kepercayaan. Orang sering lupa bahwa seseorang hanya dapat dipengaruhi oleh orang yang dapat dipercaya. 

Jadi syarat utama agar orangtua yang dapat mempengaruhi anaknya adalah orangtua yang dipercaya oleh anaknya. 








Paling sering dilihat

Nah Kan! Ternyata Aku Salah Menilai Tubuhku

Salah satu masalah yang aku hadapi sebagai seorang penderita diabetes adalah  mengatasi rasa lapar.   Mungkin karena kebiasaan m...